Video iring-iringan pengantin yang menampilkan YL menunggangi patung kuda Sasak atau Jaran Kampus, serta aksi joget dan marah-marah, menjadi viral di media sosial, diunggah oleh akun Facebook @Diyok Stars dan telah ditonton jutaan kali.
Kepala Desa Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja, membenarkan bahwa pengantin laki-laki adalah warganya. Ia mengungkap bahwa tiga minggu sebelum pernikahan viral ini, kedua pengantin sempat melakukan tradisi kawin culik.
“Dia sempat mau menikah dulu, 3 minggu sebelum kejadian ini. Nah, pada pernikahan pertama ini sudah kita upayakan terjadi pembelasan (pemisahan) oleh Kadus dan kita berhasil melakukan pemisahan keduanya,” jelas Lalu Januarsa.
Namun, upaya pemisahan tidak berhasil. Tiga minggu kemudian, RD kembali membawa YL kabur ke Pulau Sumbawa selama dua hari dua malam tanpa sepengetahuan keluarga.
Meskipun sempat diupayakan pemisahan kembali setelah mereka pulang, orang tua YL menolak untuk menerima anaknya kembali, dengan alasan YL sudah dibawa pergi selama dua hari dua malam.
“Jadi kita sudah dua kali melakukan pemisahan. Tapi karena keduanya tidak mau, ya sudah kita tidak mau urus. Kita sudah upayakan berbagai macam cara karena ini anak di bawah umur,” imbuh Lalu Januarsa, menegaskan pihaknya telah berupaya maksimal untuk mencegah pernikahan dini ini. Ia juga memahami pertimbangan orang tua yang menikahkan anak mereka untuk menghindari fitnah.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












