Tim DPKP Tulungagung bergerak cepat mengevakuasi ular piton berukuran besar yang masuk ke dapur rumah warga Desa Tapan setelah memangsa ternak.
Memo, Tulungagung — Ular Piton Tulungagung Sembunyi Di Atap usai diduga memangsa ternak ayam milik warga Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru. Keberadaan reptil berukuran besar di bagian dapur rumah tersebut sempat memicu kepanikan penghuni sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas penanganan darurat.
Kronologi Penemuan Ular Piton Di Dapur Warga
Penemuan reptil yang mengejutkan ini bermula dari laporan seorang penghuni rumah bernama Katin. Pemilik rumah yang terkejut melihat keberadaan satwa tersebut langsung menghubungi pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan pemindahan secara aman.
Laporan masuk secara resmi ke pihak berwenang pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 10.38 WIB. Tim penanganan darurat yang menerima informasi tersebut segera menyiapkan peralatan khusus untuk menuju ke lokasi kejadian.
Respons Cepat Pihak Berwenang
Setelah menerima laporan dari pemilik rumah, regu penyelamat langsung bergerak menuju permukiman warga di Desa Tapan. Langkah cepat diambil guna mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh keberadaan ular berukuran besar tersebut.
Petugas penanganan darurat tiba di lokasi kejadian dengan membawa serangkaian peralatan penangkap ular khusus. Kehadiran tim profesional sangat dibutuhkan mengingat posisi ular yang sulit dijangkau dan berbahaya bagi keselamatan penghuni.
Situasi Awal Di Lokasi Kejadian
Setibanya di lokasi, petugas mendapati posisi ular piton dalam kondisi bergelantungan di bagian struktur atap dapur. Posisi tersebut menyulitkan proses penangkapan biasa sehingga memerlukan teknik penanganan khusus.
Ular Piton Tulungagung Sembunyi Di Atap tersebut tampak berukuran cukup besar dan berpotensi memberikan serangan jika merasa terancam. Kondisi ini membuat area sekitar dapur harus disterilkan sementara selama proses pengamanan berlangsung.
Proses Evakuasi Ular Piton Oleh Tim DPKP Tulungagung
Petugas penyelamatan harus bertindak dengan tingkat kehati-hatian ekstra tinggi saat menjangkau area atap dapur. Struktur kayu dan posisi ular yang melilit membutuhkan konsentrasi tinggi agar reptil tidak terjatuh atau melarikan diri ke celah lain.
Proses pengamanan menggunakan tongkat penangkap khusus yang dirancang untuk mengunci bagian leher ular tanpa melukainya. Keahlian petugas dalam membaca pergerakan satwa menjadi kunci keberhasilan tindakan pengamanan ini.
Penggunaan Alat Khusus Penanganan Ular
Penggunaan peralatan keselamatan standar menjadi hal wajib dalam proses pengangkatan reptil liar ini. Tim yang bertugas memastikan seluruh personel terlindungi dari potensi gigitan atau lilitan kuat dari ular piton tersebut.
Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan secara tepat tanpa menimbulkan trauma berlebih pada satwa liar maupun kerusakan pada bangunan dapur warga.
Durasi Penanganan Penangkapan Ular
Meskipun posisi ular tergolong sulit dijangkau, tim profesional tidak membutuhkan waktu lama untuk menundukkan reptil tersebut. Pengalaman personel di lapangan membuat proses pengamanan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.
Ular berhasil diturunkan dari kerangka atap dapur dengan aman tanpa ada petugas maupun warga yang mengalami cidera selama proses berlangsung.
Dugaan Penyebab Munculnya Ular Piton Di Permukiman
Keberadaan ular piton di area dapur rumah warga diduga kuat berkaitan dengan pencarian sumber makanan. Sebelum naik ke kerangka atap, reptil tersebut diperkirakan telah memasuki area pekarangan permukiman.
Berdasarkan pengamatan awal di tempat kejadian, ular tersebut diduga telah memangsa satu ekor ternak ayam milik warga setempat. Hal ini menjadi alasan kuat reptil tersebut memilih berdiam diri di struktur atap untuk mencerna makanannya.
Potensi Bahaya Bagi Penghuni Rumah
Kehadiran reptil pemangsa di area dalam rumah tinggal jelas mendatangkan ancaman nyata bagi keselamatan manusia. Selain berpotensi memangsa ternak lain, ular berukuran besar juga dapat membahayakan penghuni rumah yang tidak menyadari keberadaannya.
Risiko penyerangan menjadi lebih tinggi apabila ular merasa tersudut atau terganggu oleh aktivitas harian pemilik rumah di area dapur.
Imbauan Keselamatan Bagi Masyarakat
Pihak otoritas penanganan darurat mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi masuknya hewan liar ke lingkungan permukiman. Kebersihan lingkungan sekitar rumah dan kandang ternak menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Masyarakat yang menemukan keberadaan reptil berbahaya imbau untuk tidak melakukan penanganan mandiri tanpa keahlian khusus, melainkan segera melapor ke pihak berwenang.
Pernyataan Resmi Kasi Evakuasi Dan Penyelamatan
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan DPKP Tulungagung, Iwan Supriyono, memberikan rincian terkait penanganan insiden masuknya ular piton ke rumah warga Desa Tapan.
“Petugas segera menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap ular piton yang masuk ke rumah warga,” ujarnya, Selasa (22/09/2026).
Penjelasan Mengenai Tindakan Evakuasi
Iwan Supriyono menekankan bahwa penanganan cepat sangat diperlukan mengingat potensi bahaya yang mengintai keselamatan keluarga pelapor di lokasi kejadian.
“Keberadaan ular piton itu berpotensi membahayakan penghuni rumah. Maka perlu dilakukan evakuasi secara aman dan tepat,” terangnya.
Imbauan Penutup Bagi Warga Sekitar
Setelah seluruh proses pengamanan selesai dijalankan, pihak dinas terkait memastikan kondisi rumah warga kembali dalam keadaan aman dan kondusif.
“Saat ini ular piton sudah kami amankan. Warga kami imbau untuk selalu hati-hati dan segera melaporkan ke petugas jika menemukan kasus serupa,” pungkasnya.












