“Melalui Soekarno Coffee Festival ini, kita ingin kopi lokal tidak hanya dinikmati, tapi juga diberdayakan. Kopi bisa jadi penggerak ekonomi kreatif dan peluang UMKM untuk naik kelas,” ujar Mas Ibbin.
Festival yang mengusung slogan “Djangan Berhenti Boeng” ini menghadirkan beragam kegiatan menarik seperti Coffee Tenant Booth yang menampilkan produk kopi lokal, kompetisi Manual Brew dan Latte Art, sesi Public Coffee Cupping, talkshow seputar investasi kopi, serta Bar Take Over dan hiburan di panggung utama.
Baca Juga: Mantan Wabup Blitar Jadi Korban Penipuan, Terpidana Mulia Wiryanto jadi Buron
Mas Ibbin menekankan bahwa warung kopi dan kafe bukan hanya tempat bersantai, tetapi juga ruang diskusi dan kreativitas. Kopi itu bukan hanya gaya hidup. Ia bisa jadi ruang intelektual, tempat bertukar gagasan, dan tentu saja ladang ekonomi.
“Kita ingin warung-warung kopi di Kota Blitar menjadi tempat hidupnya ide dan peluang,” katanya.
Baca Juga: Tinggalkan Kendaraan Bermotor, PUPR Blitar Bangun Budaya Kerja Ramah Lingkungan
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan pelaku usaha yang telah mendukung acara ini. Dirinya berharap festival ini mampu mendorong produk kopi Kota Blitar untuk dikenal secara nasional bahkan internasional, sekaligus menguatkan posisi Blitar sebagai kota dengan ekosistem kreatif yang kuat. **












