“Titik amblesnya talut ini berada di sisi timur jembatan, dan imbasnya sebagian badan jalan ikut tertarik longsor setelah terjangan hujan deras kemarin,” jelas Gilang Zelakusuma kepada awak media pada Rabu (14/5), seraya menunjukkan keprihatinannya atas musibah ini.
Lebih lanjut, Gilang mengungkapkan dimensi kerusakan talut yang cukup mencengangkan. “Kondisi talut saat ini ambles dengan kedalaman mencapai tujuh meter dan lebar yang sama, yaitu tujuh meter,” imbuhnya. Kerusakan parah ini mengindikasikan betapa dahsyatnya terjangan air hujan terhadap konstruksi jembatan.
Pihak BPBD Tulungagung kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan assessment lebih lanjut dan mengambil langkah-langkah penanganan darurat. Evakuasi dan penyiapan jalur alternatif menjadi prioritas utama untuk meminimalkan dampak bagi masyarakat. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.












