NGANJUK, MEMO. – Minimnya perawatan dan pengawasan pada sejumlah proyek pembangunan tugu icon di wilayah kecamatan di Kabupaten Nganjuk tampaknya mulai menuai kritik dari masyarakat.
Seperti tugu icon pincuk pecel di Kecamatan Kertosono yang berdiri sejak tahun 2023 silam menelan anggaran sekitar Rp 60 juta kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Dari pantauan M. Ridwan atau akrab dipanggil Abah Gondrong salah satu aktivis senior di Kabupaten Nganjuk menemukan kondisi fisik dan ornamen tugu icon sudah mengalami kerusakan hampir 40 persen.
Tercatat mulai dari sarana penerangan ( lampu taman) sudah tidak berfungsi lagi alias sudah mati. Termasuk neon box bertuliskan Kertosono sudah banyak yang pecah.
Belum lagi fiber pagar tepi taman banyak yang hilang dan sebagian patah. Termasuk cat pewarna tugu juga sudah kusam. Hal itu secara tidak langsung mengurangi estetika keindahan dan malah memperburuk ruang tata kota.
” Kalau saya ibaratkan pekerjaan ini seperti pribahasa habis Manis Sepah Dibuang , terkesan menghambur hamburkan uang negara,” ujar Abah Gondrong.
Ditanya harapan , Abah Gondrong mendesak agar dinas terkait secepatnya melakukan cros cek ke lokasi untuk memastikan tingkat kerusakan tugu juga memberikan solusi perawatan dan perbaikan untuk kedepannya
” Ikonik sama dengan simbol potensi wilayah harusnya dirawat dan dijaga jangan sampai luput dari perhatian ” pungkas Abah Gondrong.
Untuk diketahui, dengan munculnya fakta ini, Abah Gondrong akan mengagendakan dalam waktu dekat ini akan melakukan road show monitor belasan tugu ikonik yang ada di Kabupaten Nganjuk. ( Adi)
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












