Sebagai informasi, negara-negara tersebut sebelumnya dijadwalkan akan dikenakan tarif yang lebih tinggi dari batas dasar 10 persen. Bahkan, dalam beberapa kasus, besaran tarifnya bisa jauh lebih tinggi dari angka tersebut.
Trump menjelaskan bahwa penangguhan tersebut diberikan sebagai respons positif atas langkah negara-negara tersebut yang telah menjalin komunikasi dengan mitra mereka di Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mencari solusi konstruktif terkait berbagai isu perdagangan yang kompleks, termasuk hambatan dagang, tarif, manipulasi mata uang, serta tarif non-moneter.
Baca Juga: WTO Serukan Kewaspadaan Atas Bergelombang Negatif Perang Tarif AS-Tiongkok
Trump juga menambahkan bahwa negara-negara yang mendapatkan penangguhan tersebut tidak melakukan tindakan balasan apapun terhadap Amerika Serikat. “Saya telah mengesahkan PAUSE (penangguhan) selama 90 hari dan menetapkan tarif timbal balik yang jauh lebih rendah, yaitu sebesar 10 persen, yang juga berlaku efektif segera,” ujarnya.
Sebagai catatan, pasar keuangan global sempat mengalami gejolak setelah Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada Rabu pekan lalu yang memberlakukan kebijakan tarif timbal balik yang telah lama ia janjikan. Namun, setelah kabar mengenai penangguhan tarif untuk sejumlah negara diumumkan, indeks saham Amerika Serikat menunjukkan lonjakan yang signifikan. Indeks Nasdaq melonjak lebih dari 7,8 persen, dan indeks Dow Jones menguat lebih dari 5 persen dalam perdagangan di pertengahan hari.
Baca Juga: Tarif Tiongkok Meroket 245%! Siap-siap Rupiah Terjungkal












