Tragis! Kebakaran Gudang Gas Bali, Korban Meninggal Terus Bertambah

Tragis! Kebakaran Gudang Gas Bali, Korban Meninggal Terus Bertambah
Tragis! Kebakaran Gudang Gas Bali, Korban Meninggal Terus Bertambah

Dr. I Gusti Putu Hendra Sanjaya, Dokter Bedah Plastik di RSUP Prof Ngoerah, mengungkapkan bahwa ketiga korban tersebut rata-rata mengalami luka bakar lebih dari 60 persen.

“Persentase luka bakar Yudis adalah 88 persen, Purwanto sebesar 74 persen, dan Edi hampir mencapai 90 persen,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Kepala Bidang Humas Polda Bali, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (labfor) Polda Bali untuk mengetahui penyebab kebakaran gudang gas elpiji tersebut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari labfor,” ujarnya saat dihubungi pada hari Senin (10/6).

Jansen menjelaskan bahwa menurut keterangan saksi atas kejadian kebakaran di Gudang Eceran Gas Elpiji tersebut dimiliki oleh CV. Bintang Bagus Perkasa. Kebakaran terjadi sekitar pukul 06.10 WITA pada Minggu pagi sebelumnya.

Di sisi lain, Pertamina menyatakan bahwa gudang gas yang terbakar tersebut bukanlah milik agen atau pangkalan resmi di Bali.

Ahad Rahedi, Manager Area Komunikasi, Hubungan Masyarakat, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, mengatakan bahwa hal tersebut dikonfirmasi setelah tim Pertamina Patra Niaga wilayah Bali melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Tempat tersebut diduga sebagai tempat pengoplosan gas tabung elpiji.

“Gudang tersebut diduga sebagai tempat pengoplosan karena kami menemukan gas tabung dengan ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg,” jelas Ahad dalam keterangannya pada hari Minggu (9/6) malam.

Ahad menyebutkan bahwa saat ini pihak Pertamina masih menunggu hasil investigasi dari kepolisian untuk memastikan apakah gudang tersebut merupakan tempat pengoplosan gas elpiji.

“Saat ini, kami menunggu hasil investigasi dan rilis resmi dari kepolisian,” tambahnya.

Kesimpulan Tragis Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Denpasar: Korban Jiwa Meningkat, Pertamina Menegaskan Tidak Terlibat

Kronologi tragis kebakaran gudang gas elpiji di Denpasar, Bali, menyoroti tantangan besar dalam menangani dampaknya, dengan tiga korban jiwa dan belasan luka bakar serius. Respons cepat dari RSUP Prof Ngoerah menunjukkan pentingnya penanganan medis yang efisien dalam situasi darurat. Sementara itu, Pertamina menegaskan bahwa gudang yang terbakar bukanlah pangkalan resmi mereka, sementara penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pastinya. Hal ini menyoroti kompleksitas dalam mengelola keamanan dan pengelolaan gas elpiji di wilayah tersebut.

Pos terkait