“Selain kapal, kami juga mengerahkan helikopter yang sore ini dijadwalkan tiba di Ketapang. Dari udara, visibilitas akan lebih luas sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat pencarian,” jelasnya. Pengerahan aset laut dan udara ini menunjukkan keseriusan dalam operasi kemanusiaan ini.
Nanang menegaskan, fokus pencarian saat ini masih di permukaan laut. “Kondisi kapal tenggelam total. Ada kemungkinan korban masih terjebak di dalam kapal, tapi kami prioritaskan pencarian di permukaan lebih dulu,” ujarnya.
Prioritas ini diambil mengingat kondisi kapal yang sudah tidak terlihat. Terkait penyebab pasti tenggelamnya kapal, Basarnas belum dapat memberikan keterangan pasti.
“Kami hanya menerima informasi awal, katanya kapal sempat miring dan sulit dihubungi. Soal penyebab pasti, itu ranah pihak berwenang lainnya,” pungkas Nanang.
Proses pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh penumpang berhasil ditemukan. Basarnas juga mengimbau seluruh kapal penyeberangan yang melintas di Selat Bali untuk waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban di perairan. Hal ini demi memastikan tidak ada lagi korban yang terlewat.












