Inti dari semua instruksi tersebut sangat jelas: pemerintah harus segera mengambil segala tindakan yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan untuk meredam gejolak harga pangan yang telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Pernyataan ini diperkuat dengan cerita pribadi Presiden Jokowi yang disampaikan kepada Tom Lembong. Presiden menuturkan pengalamannya saat sering melakukan blusukan ke pasar. Di sanalah, secara langsung, beliau mendengar keluhan pilu dari para ibu rumah tangga, seperti teriakan “Bapak, beras mahal!” yang menjadi representasi nyata dari beban ekonomi yang dirasakan rakyat.
Keresahan yang didengar langsung di pasar itulah yang mendorong Presiden Jokowi untuk secara aktif memonitor dan bahkan sering menelepon langsung para menteri. Tujuan panggilan-panggilan itu adalah untuk memastikan status dan kemajuan upaya-upaya pemerintah dalam meredam lonjakan harga pangan, baik melalui kebijakan impor pangan maupun intervensi lainnya.
Kesaksian Tom Lembong ini tidak hanya memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan strategis dapat berakar dari masalah riil masyarakat, tetapi juga menyoroti gaya kepemimpinan Presiden Jokowi yang responsif terhadap keluhan langsung dari lapangan. Ini menjadi penggalan penting yang menjelaskan latar belakang sejumlah kebijakan pangan krusial pada periode tersebut.
Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa












