MEMO, Malang: Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha, banyak orang ingin menikmati hidangan daging yang lezat.
Namun, perlu diingat bahwa mengonsumsi daging secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi mereka yang rentan atau memiliki riwayat penyakit tertentu.
Untuk itu, seorang ahli kesehatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan tips dan panduan tentang cara memasak daging secara sehat selama perayaan Iduladha ini.
Mitos dan Fakta seputar Kesehatan Daging Sapi dan Kambing pada Hari Raya Iduladha
Pada Hari Raya Iduladha, kita memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai hidangan daging yang beragam.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Namun, mengonsumsi terlalu banyak daging dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit tertentu.
Dalam hal ini, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Edi Purwanto, S.Kep., Ns. MNg. memberikan beberapa tips tentang cara mempersiapkan hidangan daging yang sehat selama Hari Raya.
Di Indonesia, hewan yang umumnya disembelih adalah sapi dan kambing. Keduanya mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh.
Terdapat banyak mitos yang mengatakan bahwa daging kambing jauh lebih tidak sehat dibandingkan daging sapi. Namun, Edi membantah hal tersebut.
“Kedua jenis daging tersebut memiliki nutrisi hewani yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh. Daging sapi dan kambing baik untuk kesehatan, tetapi menjadi berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama pada momen Idul Adha,” jelas Edi pada Kamis (29/6/2023).
Selama ini, masyarakat Indonesia sering mengolah daging kurban menjadi sate. Selain rasanya yang enak, memasak sate juga mempererat hubungan antar keluarga.
“Sebenarnya, tidak ada batasan usia bagi siapa pun yang ingin menikmati sate. Namun, yang perlu diperhatikan adalah riwayat penyakit yang dialami oleh seseorang. Saat ini, penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah rendah, dan hipertensi bisa menyerang siapa saja, tidak hanya mereka yang berusia lanjut,” kata Edi.
Pentingnya Perhatikan Kematangan Daging Sate agar Terhindar dari Bakteri dan Zat Berbahaya
Menurut Edi, untuk memasak sate agar lebih sehat, perlu memastikan potongan daging tidak terlalu tebal maupun terlalu tipis agar matang secara merata.
“Daging yang belum matang dapat menyebabkan efek buruk karena mengandung bakteri. Daging yang terlalu gosong juga tidak baik untuk kesehatan karena mengandung zat karsinogenik (zat yang dihasilkan dari arang) yang dapat menyebabkan penyakit kanker,” tambahnya.
Edi menjelaskan bahwa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan jumlah maksimal konsumsi zat karsinogenik sebesar 5 mL/1 kg daging.












