Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Tidak Sesuai Rencana, Rekam Medis Balita Lumpuh Layu Ditunda Seminggu Lagi

Mulyadi Memo
×

Tidak Sesuai Rencana, Rekam Medis Balita Lumpuh Layu Ditunda Seminggu Lagi

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Proses rekam medis kaki kanan Radifa Arya yang mengalami lumpuh layu pasca imunisasi belum ada kepastian.

Hari ini ( Selasa,27/05/2025) adalah pemeriksaan di RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk yang ke 4 kalinya.Namun lagi lagi pihak RSUD Dr.Soetomo belum juga bisa mengeluarkan hasil rekam medis ( diagnosa) kondisi kesehatan kaki kanan Radifa Arya.

Baca Juga: Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya....

Padahal sepekan lalu atau waktu pemeriksaan ke 3 ( Selasa,20/05/2025) pihak rumah sakit merencanakan pada pemeriksaan ke 4 nanti ( hari ini,selas,27/05/2025) akan dilakukan lab secara keseluruhan organ tubuh Radifa, tapi faktanya dibatalkan lagi dengan alasan yang tidak pernah disampaikan secara gamblang kepada orangtua Radifa.

Baca Juga: Hanya Hitungan Jam, Pelaku Pembacokan Sonobekel Berhasil Diringkus Tim Satresmob Macan Wilis Polres Nganjuk Di Mojokerto

Hal itu seperti disampaikan Fitriani ( ibu kandung Radifa) kalau hari ini ( Selasa,27/05/2025) pihak dokter spesialis anak di ruang EMG menyatakan untuk hasil diagnosa akan diinformasikan minggu depan.

Baca Juga: Asmara Berdarah Di Malam Jumat Kliwon , Jembatan Widas Sonobekel Jadi Saksi Bisu.....

” Hari ini tidak jadi dilab, dokter hanya memberikan suntikan pada kaki kanan anak saya dan ditempeli sama kabel kabel terus dilihat dikomputer,” ucap Fitriani sepulang dari RSUD Dr.Soetomo sekitar pukul 15.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor.

Sebelum pulang dari ruang EMG masih kata Fitriani, dokter yang menangani Radifa cuma ngomong ditunggu hasilnya seminggu lagi. Radifa ndak apa apa pasti sehat.

Untuk diketahui , sesuai jadwal yang sudah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit bahwa di pemeriksaan ke 4, Radeva akan menjalani pemeriksaan di ruang Laboratorium Rekam Otot ( EMG) sekitar pukul 08.30 WIB. Namun realitanya mbleset. ( Adi )