“Hanya mungkin kalau saya dulu ya, enggak tahu sekarang. Dulu saya dikasih susu, saya mencret (diare). Dulu saya karena masih kecil,” katanya. “Khawatirnya mungkin (yang keracunan) karena makanan yang belum (biasa). Bukan berarti salah masak, kan? Karena memang kitanya belum terbiasa.”
Zulhas mengklaim hingga Agustus 2025, program MBG sudah tersalurkan kepada 20 juta penerima manfaat. Ia optimistis target 80 juta penerima manfaat dapat tercapai pada akhir tahun ini.
“Mudah-mudahan kita bisa ngejar sampai akhir Desember nanti bisa 80 juta, karena petugasnya semua sudah hampir selesai,” tandasnya.
Selain itu, Zulhas juga menyebut program MBG akan mendapat alokasi anggaran senilai Rp300 triliun dari APBN mulai tahun depan.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan












