Serapan gas bumi dari tujuh sektor industri penerima HGBT masih belum optimal, demikian ungkap Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Menurut Deputi Keuangan dan Komersialisasi, Kurnia Chairi, meskipun ada peningkatan pada tahun sebelumnya, namun belum mencapai target penuh yang ditetapkan pemerintah.
Kurnia menyatakan bahwa meskipun terdapat peningkatan, serapan gas bumi dari sektor industri penerima HGBT masih berada di atas 90% pada tahun 2023. Namun, evaluasi sedang dilakukan untuk mengetahui alasan belum terserapnya 100 persen alokasi tersebut.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab belum optimalnya serapan gas bumi antara lain kendala operasional dalam rencana produksi di sektor hulu. Hal ini menyebabkan fluktuasi alokasi yang direncanakan dalam kepmen, terkadang mengalami peningkatan dan penurunan.
Selain itu, dari sisi midstream dan downstream, beberapa industri juga mengalami kendala operasional atau turn around sehingga belum mampu menyerap gas dengan baik. Beberapa industri mungkin sedang dalam kondisi shutdown sementara atau mencari alternatif energi, yang sedang dalam proses pendalaman.
Tujuh sektor industri yang menjadi penerima HGBT saat ini meliputi pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Semua sektor ini menerima pasokan gas dengan harga di bawah pasar, yakni sebesar US$ 6 per MMBTU.
Tantangan Serapan Gas Bumi di Tujuh Sektor Industri: Evaluasi dan Langkah-Langkah Mendatang
Serapan gas bumi di tujuh sektor industri penerima HGBT masih berada di bawah ekspektasi pemerintah, walaupun telah mengalami peningkatan pada tahun sebelumnya. Evaluasi yang sedang dilakukan menyoroti beberapa faktor utama yang mempengaruhi serapan gas tersebut, termasuk kendala operasional di sektor hulu serta kendala midstream dan downstream.
Diperlukan pendalaman lebih lanjut untuk menemukan solusi yang tepat guna meningkatkan serapan gas bumi dalam industri tersebut. Langkah-langkah selanjutnya perlu diambil agar tujuan serapan gas bumi yang optimal dapat tercapai sesuai dengan target pemerintah.