Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Tantangan Serapan Gas Bumi di Tujuh Sektor Industri

Alfi Fida
×

Tantangan Serapan Gas Bumi di Tujuh Sektor Industri

Sebarkan artikel ini
Tantangan Serapan Gas Bumi di Tujuh Sektor Industri
Tantangan Serapan Gas Bumi di Tujuh Sektor Industri

MEMO

Serapan gas bumi di tujuh sektor industri penerima HGBT masih berada di bawah ekspektasi, ungkap SKK Migas. Meskipun terdapat peningkatan, evaluasi menyebutkan kendala operasional menjadi faktor utama. Temukan insight mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi serapan gas bumi dan langkah-langkah selanjutnya dalam artikel ini.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Wow! Serapan Gas Bumi Industri Terkini

Serapan gas bumi dari tujuh sektor industri penerima HGBT masih belum optimal, demikian ungkap Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Menurut Deputi Keuangan dan Komersialisasi, Kurnia Chairi, meskipun ada peningkatan pada tahun sebelumnya, namun belum mencapai target penuh yang ditetapkan pemerintah.

Kurnia menyatakan bahwa meskipun terdapat peningkatan, serapan gas bumi dari sektor industri penerima HGBT masih berada di atas 90% pada tahun 2023. Namun, evaluasi sedang dilakukan untuk mengetahui alasan belum terserapnya 100 persen alokasi tersebut.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Beberapa faktor yang menjadi penyebab belum optimalnya serapan gas bumi antara lain kendala operasional dalam rencana produksi di sektor hulu. Hal ini menyebabkan fluktuasi alokasi yang direncanakan dalam kepmen, terkadang mengalami peningkatan dan penurunan.

Selain itu, dari sisi midstream dan downstream, beberapa industri juga mengalami kendala operasional atau turn around sehingga belum mampu menyerap gas dengan baik. Beberapa industri mungkin sedang dalam kondisi shutdown sementara atau mencari alternatif energi, yang sedang dalam proses pendalaman.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan