Dadan juga menambahkan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada tiga faktor kunci, salah satunya adalah dukungan anggaran yang telah disiapkan oleh DPR. Program ini akan dimulai secara bertahap, dengan 3 juta anak menerima manfaat pada tahun 2025, dan meningkat menjadi 15 hingga 17 juta anak pada akhir tahun yang sama.
Faktor kedua adalah Sumber Daya Manusia (SDM) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang diharapkan akan menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan baru. Infrastruktur pendukung SPPG juga akan dibangun untuk memastikan komposisi gizi dan distribusi bahan pangan berjalan dengan lancar.
Destri Ana Sari, Deputi Kementerian Koperasi, juga menyatakan dukungannya terhadap program MBG. Ia menegaskan bahwa program ini akan sangat membantu petani, nelayan, dan peternak lokal. Kementerian Koperasi memiliki 1.336 koperasi yang siap mendukung penyediaan bahan bergizi untuk program MBG.
“Kami berharap kolaborasi dengan UKM dapat memperkuat perekonomian masyarakat dan mendukung keberhasilan program MBG,” ujar Destri. Program ini diharapkan bisa menggairahkan perekonomian melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang berkualitas.
Acara VPL ATA X yang dimoderatori oleh Ratri Istania, S.IP., MA., Ph.D., ini merupakan bagian dari kerja sama antara LAN dan Tanoto Foundation. VPL ATA X juga membahas strategi untuk meningkatkan kapasitas ASN agar lebih adaptif dan profesional dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












