Example floating
Example floating
NGANJUK

Takut Terjadi Keracunan Masal, Ribuan Paket MBG Dilaporkan Kurang Higenis Batal Dibagikan Ke Siswa, Begini Tanggapan Ketua Yayasan Daya Muda Al Islam,M.Huda….

Mulyadi Memo
×

Takut Terjadi Keracunan Masal, Ribuan Paket MBG Dilaporkan Kurang Higenis Batal Dibagikan Ke Siswa, Begini Tanggapan Ketua Yayasan Daya Muda Al Islam,M.Huda….

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Ketahuan lauk ikan lele kurang higenis, ribuan paket MBG ( makan bergizi gratis) kiriman dari salah satu dapur umum di wilayah Kecamatan Tanjunganom batal dibagikan ke sekolah. Ada apa ?. Begini penjelasannya.

Fakta itu disampaikan oleh sejumlah nara sumber dari wali murid dan guru di lingkungan Sekolah Dasar Negeri ( SDN), serta ketua yayasan MI dan RA satu atap di Dusun Takat Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Jatim Apresiasi Anugrah Nganjuk Madrasah Awards 2025

Kejadian penolakan atau penarikan robuan paket MBG menurut keterangan nara sumber terjadi  pada hari Senin pagi ( 8/12/2025) atau sepekan yang lalu.

Informasi itu awalnya diketahui dari grup WhatsApp guru kalau droping MBG pada hari itu ditarik oleh pihak dapur umum. Penarikan dilakukan karena ikan lele goreng diketahui kurang higenis atau masih ada kotoranya,” terang Miftahul Huda selaku ketua yayasan Daya Muda Al Islam di Dusun Takat Desa Kampungbaru.

Baca Juga: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Sonoageng Diprotes Warga, Ada Apa

Dengan kejadian itu masih kata Miftahul Huda, akhirnya dari pihak dapur umum seketika itu juga membatalkan pengiriman MBG ke 9 sekolah baik SD,MI dan RA di Desa Kampungbaru.

” Total keseluruhan jumlah paket MBG yang didroping setiap hari ke seluruh lembaga sekolah kurang tahu persis jumlahnya. Estimasinya antara 2500 sampai 3000 paket,” jelas Miftahul Huda saat ditemui diruang kerjanya pada hari Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Tuntas 100%, 600 Guru PAI Di Nganjuk Lulus PPG, Awal Tahun Akan Terima Uang Segar TPG, Begini Himbauan Kasi PAIS....

Ditanya wartawan pasca kejadian itu apa yang perlu dibenahi dari pihak dapur umum ?. Ditegaskan oleh Miftahul Huda yang terpenting ” control quality ” lauk pauk  sebelum dibagikan ke siswa harus benar benar higenis sesuai standar menu bergiz.

” Pengalaman peristiwa keracunan masal jangan sampai terjadi di Nganjuk. Itu gara gara standar kwalitas menu MBG jelek akhirnya siswa jadi korban. Tolong pihak pengawas MBG lebih propesional bekerja mengawasi SOP dapur umum,” harap Miftahul Huda.