Sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART PPP, Muscab tidak secara langsung memilih ketua. Sebaliknya, forum menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru secara kolektif.
Dalam Muscab X yang diselenggarakan Minggu 19 April 2026, tiga nama telah ditetapkan sebagai formatur, yakni Nuhan Eko Wahyudi dari unsur DPC, Buchori Muslim selaku Ketua PAC Sukorejo, serta Wawan dari Ketua PAC Sananwetan. Ketiganya akan merumuskan komposisi kepengurusan baru yang kemudian diajukan ke DPW dan DPP PPP untuk mendapatkan pengesahan.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
Agus menilai, mekanisme ini menjadi bagian dari proses demokrasi internal partai yang mengedepankan musyawarah dan keseimbangan antarstruktur.
“Kita ingin proses ini berjalan matang, tidak tergesa-gesa, dan tetap menjaga soliditas. Siapapun nanti yang ditetapkan, itu adalah hasil kesepakatan bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa PPP Kota Blitar tampil lebih kompetitif, khususnya dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, termasuk Pemilu 2029.
“Harapan saya sederhana, PPP harus semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan umat. Itu kunci kalau ingin menang di masa depan,” tandasnya.
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
Muscab X ini sekaligus menjadi penanda bahwa PPP Kota Blitar tengah menata langkah perlahan tapi pasti merajut kesinambungan antara pengalaman dan semangat baru. Di antara jeda kekuasaan dan harapan yang tumbuh, regenerasi bukan sekadar pilihan, melainkan keniscayaan.**












