Antisipasi dilakukan dengan penyerapan sebagian peningkatan harga komoditas oleh pemerintah dalam bentuk subsidi. Maka dari itu, kata Sri Mulyani, terdapat dua respons dari sisi fiskal yakni peningkatan subsidi terutama pada bahan bakar dan listrik, serta menggunakan penerimaan negara yang meningkat akibat lonjakan harga minyak kelapa sawit (CPO).
“Kami menggunakan kombinasi ini, tetapi tekanan harga beberapa komoditas akan diteruskan ke konsumen dan itulah mengapa kami memperkirakan inflasi akan sedikit naik,” tuturnya. (*)
Baca Juga: Kas Negara 2025 Bakal Suram, Pajak Diprediksi Kembali Jeblok, Ekonomi Jadi Biang Keladi












