Memo.co.id –Pengorbanan dan Keikhlasan Nabi Ibrahim-Ismail /
Hari raya Idul Adha hari ini kembali diselimuti oleh pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pada perayaan Idul Adha, protokol kesehatan Covid-19 harus tetap diterapkan seperti menjaga jarak dengan tidak melalukan ibadah salat berjamaah.
Baca Juga: 6 Kitab Kuning Berfungsi Sebagai 'Ilmu Alat' Untuk Belajar di Diniyah Pondok Pesantren
“Jika manusia berjarak untuk menjaga kesehatan raga. Lalu manusia berkurban untuk memelihara kesehatan jiwa. Perayaan Idul Adha selalu mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dengan sesama,” ujarnya dikutip melalui akun sosial media Instagram, Selasa (20/7).
Menurutnya, tidak melaksanakan ibadah berjamaah dan menyaksikan penyembelihan hewan kurban karena harus menghindari kerumunan, tidak mengurangi niat baik dan pahala.
Baca Juga: Panduan Ibadah Malam Nisfu Syaban 2026 Lengkap Jadwal Doa dan Amalan Sunnah
“Maka meski hanya di dalam rumah dan tidak berkumpul di lapangan untuk merayakan salat Ied bersama atau menyaksikan penyembelihan hewan kurban di pelataran mesjid, namun insya Allah hal ini tidak mengurangi niat baik kita untuk beribadah kurban,” ungkapnya.
Sri Mulyani juga menyebut, perayaan Idul Adha ini menjadi pelajaran bagi manusia dari peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sebab, peristiwa tersebut menjadi contoh atau modal dalam kehidupan masyarakat terutama ketika menghadapi pandemi Covid-19.












