MEMO, Jakarta – Special Olympics Indonesia sukses memulai penampilan cemerlang di Summer Games dengan kontingen meraih medali pada hari pertama. Cyntia Rismauli Nainggolan meraih perunggu dalam Rhythmic Gymnastic, sementara Naufal Dwi Kurnia dan Ananias Ulin Pratiwi mencatat kemenangan dalam cabang bulutangkis.
Kontingen Special Olympics Indonesia Meraih Medali di Hari Pertama Summer Games dengan Penampilan Gemilang
Jakarta menjadi saksi kejayaan kontingen Special Olympics Indonesia pada hari pertama penyelenggaraan Special Olympics Summer Games. Cyntia Rismauli Nainggolan, pesenam asal Sumatera Utara, berhasil meraih medali perunggu dalam nomor Rhythmic Gymnastic.
Dalam penampilannya, Cyntia mencatatkan nilai 60,450, meskipun harus mengakui keunggulan pesenam asal Kazakhstan, Aigerian Issabayeva, yang meraih medali emas dengan nilai 61,900. Sedangkan peraih medali perak adalah pesenam dari Republik Dominika, Katherine Carrascoso Pujols, dengan nilai 61,600. Pelatih Cyntia, Elly Puji Kusumawati, mengungkapkan bahwa Cyntia sempat gugup saat turun di alat tali yang membuatnya kurang berkonsentrasi.
Selain itu, di cabang olahraga bulutangkis, Naufal Dwi Kurnia dan Ananias Ulin Pratiwi berhasil mencatatkan kemenangan atas lawan-lawannya dalam tahap divisioning. Naufal menyampaikan kegembiraannya atas kemenangan tersebut dan berharap dapat meraih lebih banyak kemenangan di pertandingan selanjutnya. Pelatih bulutangkis Indonesia, Mardi Panjaitan, berharap bahwa keberhasilan ini akan membantu para juri untuk memutuskan agar atletnya dapat masuk ke divisi 1, dan ia juga berharap Naufal dan Ananias dapat meraih medali emas.
Special Olympics sangat mengedepankan kesetaraan kemampuan, sehingga mereka menerapkan pengelompokan pertandingan agar atlet dengan kemampuan serupa dapat bersaing secara adil. Setiap negara wajib mengirim data kemampuan atlet pada saat registrasi kontingen, dan kemampuan tersebut akan diuji kembali saat atlet mengikuti tahap divisioning. Jika terjadi perubahan dalam tim atau pelatih, hal tersebut dapat disampaikan kepada pihak juri, namun jika tidak ada perubahan yang disampaikan, juri berhak memberikan sanksi berupa diskualifikasi.
Meskipun atlet yang diskualifikasi tidak dapat melanjutkan pertandingan pada nomor yang sama, mereka masih memiliki kesempatan untuk berkompetisi dalam nomor yang berbeda. Contohnya, perenang Special Olympics Indonesia, Nadila, mengalami diskualifikasi dalam divisioning hari Minggu lalu, namun ia masih dapat bertanding dalam nomor yang lain. Pelatih Nadila, Yulidarti, menjelaskan bahwa waktu yang terlalu cepat setelah menjalani latihan intensif di Pelatnas menjadi penyebabnya.
Prestasi yang diraih oleh para atlet Special Olympics Indonesia ini menjadi bukti ketangguhan dan semangat juang mereka dalam menghadapi kompetisi internasional. Semoga keberhasilan mereka di hari pertama ini menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk meraih prestasi yang gemilang dalam Special Olympics Summer Games.
Cyntia Rismauli Nainggolan Berhasil Raih Medali Perunggu dalam Nomor Rhythmic Gymnastic
Polisi berhasil menangkap empat penjual tiket palsu yang menjual tiket pertandingan sepak bola antara Indonesia dan Argentina di Gelora Bung Karno. Para pelaku membeli tiket asli secara online dan kemudian menggandakannya secara ilegal untuk dijual. Tiket palsu tersebut dijual melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Polisi menyita sejumlah barang bukti termasuk tiket palsu, tiket asli, laptop, telepon genggam, dan uang tunai. Tindakan ini melanggar ketentuan dari PSSI dan dapat merugikan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan secara legal dan aman. Penangkapan ini menjadi langkah tegas dalam memberantas praktik penjualan tiket palsu yang merugikan para pecinta sepak bola.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












