Ia juga menekankan bahwa penerapan Pancasila harus nyata dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di tengah arus globalisasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Gotong royong, saling membantu, saling menghargai—semua itu bukti bahwa Pancasila masih hidup di masyarakat. Kita hanya perlu terus mengingatkan dan memperkuatnya,” tambahnya.
Baca Juga: Dorong Kepatuhan Halal, Disperindag Blitar Fasilitasi 7 IKM di 2026
Sementara itu, Edi Sutikno menegaskan komitmen PDI Perjuangan dalam menjaga dan menghidupkan ideologi Pancasila sebagai nafas perjuangan partai, terutama di tengah masyarakat majemuk.
“Keberagaman bukan ancaman, tapi kekayaan yang harus kita jaga bersama. Pancasila adalah pondasi hidup berbangsa, dan generasi muda harus terus dibimbing untuk mempraktikkannya,” ujar Edi.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang melibatkan warga secara langsung. Mereka menyampaikan aspirasi, masukan, hingga usulan program kepada para wakil rakyat. **












