Sementara itu, terkait dugaan adanya upeti yang masuk kepada Dishub, Muharam juga bersumpah tidak pernah sepeser pun menerima upeti seperti yang dikabarkan tersebut. Pasalnya ia mengaku sejak dulu bekerja tanpa memungut upeti, namun ia juga tidak bisa menjelaskan jika anak buahnya ada yang menerima upeti, lantaran Muharam setiap hari tidak mungkin memonitor staf satu persatu.
“Sumpah demi allah, saya tidak pernah bermain-main dengan pekerjaan saya, sepeser pun tak ada upeti yang saya terima. Jika ada staf lain yang menerima upeti saya tidak mengetahui, namun itu yang jelas urusannya diri masing-masing resiko tanggung sendiri,” tuturnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari PDIP, Syaifuddin, terseret kasus ujian perangkat desa.
Terpisah, saat ini Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid beserta anggotanya, lantaran merasa jengkel merazia truk gandeng yang masih tetap parkir di tempat itu. Namun Nur Khamid sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Mojoroto Kota Kediri, dan juga Dishub.
“Kita sebagai pencipta ketertiban masyarakat, ketika ada pengaduan dari masyarakat, kami langsung tangani. Seperti ini tadi, masyarakat mengadu, bahwa tetap ada truk gandeng yang parkir sembarangan serta membahayakan bagi pengguna jalan, kita segera tindak lanjuti. Nanti dari pihak Kepolisian juga sudah saya hubungi, katanya akan ditilang, sementara ini masih menunggu sopirnya, karena truk ditinggal begitu saja,” imbuhnya.(eko)












