Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Skandal Terungkap! Nenek Beri Bayi Air Putih, Apa Akibatnya?

Alfi Fida
×

Skandal Terungkap! Nenek Beri Bayi Air Putih, Apa Akibatnya?

Sebarkan artikel ini
Skandal Terungkap! Nenek Beri Bayi Air Putih, Apa Akibatnya?
Skandal Terungkap! Nenek Beri Bayi Air Putih, Apa Akibatnya?

MEMO

Viral! Insiden pemberian air putih kepada bayi usia satu hari oleh sang nenek mengundang perhatian publik. Bagaimana seharusnya pemberian ASI pada bayi baru lahir? Dr. Naomi Esthernita dari IDAI menjelaskan tahapan laktogenesis dan pentingnya memahami proses alami ini.

Dr. Naomi Esthernita IDAI Ungkap Pentingnya ASI pada Bayi Baru Lahir

Berita heboh melanda ketika seorang bayi yang baru berusia satu hari diberi air putih oleh neneknya karena sang ibu belum mengeluarkan ASI. Kejadian ini berlangsung di Bogor, Jawa Barat, dan berakhir dengan bayi tersebut harus dirawat di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU).

Dr. Naomi Esthernita, seorang dokter anak sekaligus Ketua Satgas ASI dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memberikan penjelasan mengenai pentingnya memberikan ASI pada bayi yang baru lahir. Beliau menekankan bahwa bayi sebaiknya hanya diberi ASI sebagai makanan utama. Namun, jika ASI belum keluar, ibu tidak perlu khawatir atau panik.

Dr. Naomi menjelaskan, “Pada hari-hari pertama setelah kelahiran, ASI mungkin belum keluar dengan segera. Ini adalah bagian dari proses fisiologis dan tidak perlu dicemaskan. Tidak disarankan untuk mengharapkan ASI langsung melimpah. Ada suatu proses yang disebut laktogenesis yang harus terjadi terlebih dahulu.”

Laktogenesis adalah proses yang terdiri dari tiga tahap dalam pengembangan kemampuan tubuh untuk memproduksi dan mengeluarkan susu. Berikut adalah penjelasan tentang tahapan-tahapan tersebut:

Tahap I Tahap pertama dimulai sekitar 16 minggu sebelum persalinan dan berlanjut hingga separuh perjalanan kehamilan. Pada tahap ini, hormon estrogen dan progesteron akan mengalami peningkatan, yang akan memicu perubahan pada payudara seperti pertumbuhan ukuran, perubahan warna pada puting, dan mulai terbentuknya kolostrum, yaitu ASI pertama yang sangat kaya nutrisi.

Momen Kunci Setelah Persalinan: Tahap Laktogenesis Kedua dan ASI Mulai Keluar

Tahap II Tahap ini dimulai setelah persalinan, ketika hormon progesteron menurun. Hormon prolaktin, kortisol, dan insulin lainnya akan meningkat. Peningkatan hormon-hormon ini akan merangsang produksi susu dalam tubuh.

Biasanya, sekitar 2-3 hari setelah melahirkan, ASI akan mulai keluar. Ibu mungkin akan merasakan pembengkakan pada payudara atau sensasi penuh.

Tahap III Tahap ini merupakan tahap menyusui. Saat bayi mulai mengisap, puting akan memberikan sinyal kepada otak untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin bertanggung jawab atas produksi susu, sementara oksitosin merangsang kontraksi otot sehingga susu dapat mengalir dengan lancar.

Dr. Naomi menekankan bahwa proses menyusui akan membantu merangsang hormon-hormon tersebut. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada ibu dan keluarga untuk tidak khawatir dan tidak terburu-buru memberikan makanan lain seperti air putih atau susu formula kepada bayi.

Beliau menambahkan, “Sudah baik jika ASI keluar dalam jumlah sedikit pada awalnya. Pada hari ketiga dan seterusnya, produksi susu akan semakin meningkat, jadi tidak perlu memberikan makanan tambahan apa pun pada bayi.”

Pentingnya Pemberian ASI pada Bayi Baru Lahir: Proses dan Tahapan Penting

Pemberian ASI pada bayi baru lahir melibatkan proses alami yang melalui tiga tahapan laktogenesis. Ibu sebaiknya memahami bahwa tidak perlu panik jika ASI belum keluar segera setelah kelahiran. Pemberian ASI pada hari-hari awal sangatlah berharga, dan kolostrum yang dihasilkan pada tahap awal memiliki kandungan nutrisi penting bagi bayi.

Mengedukasi diri tentang proses ini dapat membantu ibu merasa lebih siap dalam memberikan ASI yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi mereka.