Example floating
Example floating
Tekno Digi

Skandal Face Recognition di Stasiun Bandung, Ini Faktanya Terungkap!

Alfi Fida
×

Skandal Face Recognition di Stasiun Bandung, Ini Faktanya Terungkap!

Sebarkan artikel ini
Skandal Face Recognition di Stasiun Bandung, Ini Faktanya Terungkap!
Skandal Face Recognition di Stasiun Bandung, Ini Faktanya Terungkap!

MEMO

Sebuah postingan viral di media sosial X mengungkapkan kekhawatiran penumpang terkait penggunaan teknologi face recognition di Stasiun Bandung. Keluhan tentang kebijakan yang memaksa penggunaan teknologi ini, disertai antrean panjang dan masalah deteksi wajah, memicu perhatian banyak pihak.

Baca Juga: Startup AI Model ML Disuntik Rp1,2 Triliun, Robot Inilah yang Siap Gusur Pekerjaan Bankir Wall Street

Namun, klarifikasi dari Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Mahendro Trang Bawono, membantah beberapa aspek keluhan tersebut. Bagaimana sebenarnya fakta di lapangan? Mari kita simak kesimpulan dari kontroversi ini.

Antrean Panjang dan Masalah Deteksi Wajah: Pengalaman Penumpang Stasiun Bandung

Belum lama ini, beredar sebuah posting viral di media sosial X yang membahas penggunaan teknologi face recognition di Stasiun Bandung. Seorang penumpang mengeluhkan kebijakan yang terasa memaksa penggunaan face recognition.

Baca Juga: Youtuber Terkaya Indonesia, Vilmei Raih Rp16 Miliar Bulanan, Ini Data Kontras Konten Gaming vs Eksperimen Sosial

Mereka hanya diizinkan masuk ke area boarding stasiun 10 menit sebelum keberangkatan jika tidak menggunakan teknologi tersebut.

Kejadian tersebut menyebabkan penumpang berbondong-bondong mendaftarkan face recognition secara langsung. Antrean pendaftaran menjadi sangat panjang, dan akhirnya para penumpang harus bergegas menuju kereta.

Baca Juga: Jurus Ampuh Jaga Keamanan dan Saldo Dompet Digital di Era Nirkabel

Sebuah postingan mengungkapkan, “Antrean panjang membuat kita harus mendaftar terlebih dahulu. Konon, SOP-nya seperti itu, yang tidak menggunakan face recognition hanya bisa masuk 10 menit sebelum kereta berangkat. Mereka yang menggunakan face recognition pun harus terburu-buru menuju kereta karena antrean pendaftarannya sangat panjang.”

Tidak hanya itu, postingan yang sama juga mengeluhkan bahwa face recognition mengalami masalah. Ada yang wajahnya tidak terdeteksi dan akhirnya harus menjalani pemeriksaan manual menggunakan tiket dan KTP seperti biasa.

“Bahkan yang sudah mendaftar wajahnya sering tidak terdeteksi, akhirnya harus memindai tiket dan data KTP yang tertera pada tiket,” tambah unggahan tersebut.

Klarifikasi PT KAI Daop 2: Aturan Boarding yang Sebenarnya

Dalam laporan dari detik.com, Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Mahendro Trang Bawono, memberikan klarifikasi terkait keluhan tersebut. Dia membantah adanya aturan yang membatasi penumpang yang tidak mendaftar face recognition hanya boleh masuk 10 menit sebelum keberangkatan.