Selain bertemu dengan PWI Jatim, Amin pada hari yang sama juga bersilaturahmi dengan Ketua SMSI Jatim, Sokip.
Pertemuan tersebut juga mendapat sambutan positif, sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk mendorong ekosistem informasi yang sehat dan inklusif di Jawa Timur. Terlebih di tengah disrupsi informasi dan era digitalisasi.
Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar: Efisiensi atau Sekadar Panggung Pencitraan?
Langkah strategis itu menjadi cerminan arah baru KI Jatim yang ingin semakin proaktif dalam mengembangkan jejaring dengan para pemangku kepentingan informasi publik.
“Penguatan sinergisitas itu merupakan fondasi penting untuk meningkatkan literasi keterbukaan informasi sekaligus mendorong budaya transparansi di lingkungan badan public,” ujar Sokip.
Baca Juga: Halal Bihalal PSHT Blitar, Seruan Perbaikan Diri Lahir dan Batin Menguat
Dengan jejaring yang luas, insan pers dianggap mampu menjadi jembatan yang efektif antara lembaga publik dan masyarakat.
Ke depan, Amin menyebut KI Jatim akan menyiapkan sejumlah program bersama yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pelatihan keterbukaan informasi, asistensi badan publik terutama di tingkat desa, hingga diseminasi edukatif kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan informasi publik di Jawa Timur.
Baca Juga: UMKM Lokal Bergairah, RaDja Hadirkan Bazar 10 Hari Penuh di Kanigoro
“Target kita jelas, yakni memastikan keterbukaan informasi tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi menjadi kebutuhan untuk memperkuat kepercayaan publik, yang muaranya kesejehtaraan rakyat,” tambah Amin. (*)












