Berdasarkan saksi mata, kata dia, pelaku pengeroyokan juga bukan dari kelompok mahasiswa. Sebab, insiden terjadi beberapa saat setelah mahasiswa mulai meninggalkan lokasi aksi di depan gerbang utama kompleks parlemen.
“Kalau melihat video dan bahasa yang mereka pakai, para pelaku adalah kelompok penyusup, orang-orang cacat logika yang sering dikritisi Bang Ade selama ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Ade Armando menjadi korban pengeroyokan dalam aksi unjuk rasa oleh mahasiswa di depan DPR, Senin (11/4) lalu. Aksi yang digelar oleh aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI itu menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
Polisi hingga kini telah menetapkan enam tersangka dalam insiden itu. Namun, dari jumlah itu empat di antaranya masih buron. Polisi menduga pada pelaku bukan dari kelompok mahasiswa.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Ade sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dia mengalami pendarahan di bagian otak belakang.
“Hasil CT Scan tadi malam itu menunjukkan bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi,” kata Sekretaris Jenderal PIS, Nong Darol Mahmada di RS Siloam Semanggi, Selasa
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












