NGANJUK, MEMO – Bagi kalangan aktivis di Kabupaten Nganjuk era 90 an mungkin tidak asing lagi dengan nama Murjito Tekek dan Dasar Pamungkas.
Keduanya memiliki jam terbang lumayan panjang. Sudah puluhan tahun mengenyam pahit getir suka duka di lapangan sebagai aktivis lembaga kontrol sosial.
Bisa dibilang sudah melewati masa pergantian kepala daerah beberapa kali. Dimungkinkan sejak kepemimpinan Bupati Soeprapto .
Perlu diinformasikan , kedua figur kawakan ini punya style berbeda. Murjito Tekek lebih dominan pada karya jurnalisnya yang pedas menggelitik. Terkadang kocak seperti orangnya. Bersuara lantang tapi humoris.
Sementara Dasar Pamungkas atau akrab dipanggil Kang Dasar cenderung slow. Berpenampilan gaya wong kuno. Rambut kuncir panjang, baju masuk dengan rokok ditangan.
Gaya bicaranya datar tapi berani dan kritis. Maklum , karena label Kang Dasar saat itu sampai sekarang adalah berprofesi sebagai LSM bergerak dibidang lingkungan hidup.
Tidak bisa dipungkiri, karena keduanya memiliki “power” di mata dunia birokrasi, kedekatan komunikasi dan emosional dengan pucuk pimpinan ( bupati) waktu itu sama sama terjalin.
Pergantian bupati berapa kalipun , kedua orang ini ( Murjito Tekek – Dasar Pamungkas) selalu dapat simpati AG-1. Termasuk sampai Bupati Marhaen Jumadi – Handi tetap menjalin kemitraan strategis.
Keduanya sama sama ” Relawan Kemenangan Marhaen Handi ” atau di singkat ” Rekamdi ,”.Keduanya juga garda depan untuk kemenangan Marhaen – Handi waktu Pemilukada 2024 silam. ( Adi)
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












