Pada tahun 1978, dia mulai mendirikan Mustika Ratu. Melalui perusahaan ini, Mooryati berhasil mengembangkan bisnis jamu dan produk kecantikan.
Pada tanggal 8 April 1981, dia berhasil mendirikan pabrik Mustika Ratu di Ciracas, Jakarta Timur. Dari pabrik ini, bisnisnya terus berkembang.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Beliau bahkan berhasil mengekspor produk jamu dan kecantikannya ke sekitar 20 negara, termasuk Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Keberhasilan dengan Mustika Ratu membuatnya mulai fokus untuk memberdayakan perempuan. Dia mendirikan Yayasan Puteri Indonesia yang menjadi dasar untuk ajang kecantikan Puteri Indonesia sejak tahun 1992.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Selain aktif dalam bisnis dan yayasan, Mooryati juga terlibat dalam dunia politik. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari tahun 2004 hingga 2009.
Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu, Meninggal Dunia pada Usia 96 Tahun
Selain itu, Mooryati juga melangkah ke dunia politik dengan peranannya sebagai Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari tahun 2004 hingga 2009. Jejaknya sebagai pengusaha, aktivis pemberdayaan perempuan, dan tokoh politik mencerminkan dedikasi serta kontribusi luar biasa dalam berbagai bidang.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












