“Kami minta dibuatkan pakta integritas berisi kesanggupan pembangunan. Jika dalam tujuh hari tidak ada kegiatan atau respon, massa Ngrejo 212 akan datang lagi dengan jumlah lebih besar. Dan kami tidak akan meninggalkan kantor PT HK Gala sebelum ada keputusan,” tegas Roni.
PPK Pusat PUPR: “Kami Bertanggung Jawab”Perwakilan dari PPK Kementerian PUPR pusat, Budi Yana, menyatakan komitmennya menangani persoalan itu.“Kami akan bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini bersama pihak PT HK. Kami tidak akan lepas tangan,” ujarnya di hadapan warga
.Sementara itu, perwakilan PT HK Gala, Adhi, menyebut bahwa pihaknya siap bersinergi dengan kementerian untuk menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.Warga Khawatir Kondisi Semakin Berbahaya di Musim HujanSejumlah warga yang hadir berharap proses penanganan dilakukan cepat mengingat intensitas hujan tinggi yang meningkatkan risiko bagi permukiman warga.
“Setiap hari hujan. Longsoran makin dekat ke rumah-rumah. Tolong segera ditangani. Kami takut ada korban,” ungkap salah satu warga Ngrejo.
Baca Juga: Respons Cepat Polres Blitar, Arena Judi Sabung Ayam di Bajang Langsung Dibongkar
Aksi berjalan damai, tertib, dan tanpa insiden. Namun tekanan publik kali ini jelas: warga Ngrejo tidak ingin persoalan JLS dibiarkan mengambang lebih lama.**
Baca Juga: SPPG Tlumpu Disorot, Menu MBG di SMAN 1 Kota Blitar Dinilai Tak Layak, IPAL Bermasalah












