Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Revitalisasi Energi dan Pangan, Prabowo Subianto Menuju Transformasi Berkelanjutan

Alfi Fida
×

Revitalisasi Energi dan Pangan, Prabowo Subianto Menuju Transformasi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Revitalisasi Energi dan Pangan, Prabowo Subianto Menuju Transformasi Berkelanjutan
Revitalisasi Energi dan Pangan, Prabowo Subianto Menuju Transformasi Berkelanjutan

MEMO

Prabowo Subianto, Presiden RI terpilih untuk periode 2024-2029, menegaskan komitmennya untuk mengelola sumber daya alam Indonesia dengan serius. Fokusnya terarah pada pengembangan energi berkelanjutan, keamanan pangan, dan pengelolaan air, sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Ormas 212 dan PSHT Gelar Doa Bersama untuk Korban Pengeroyokan di Loceret Nganjuk

Fokus Prabowo Subianto pada Energi, Pangan, dan Air

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Kardaya Warnika, mengungkapkan bahwa Presiden RI terpilih untuk periode 2024-2029, Prabowo Subianto, akan mengambil langkah serius dalam mengelola dan mengatur sumber daya alam di Indonesia. Menurut Kardaya, Prabowo akan memfokuskan kepemimpinannya pada tiga hal utama ke depan, yaitu energi, air, dan pangan, dengan komitmen yang kuat untuk menghadapi tantangan di bidang tersebut.

“Dalam hal ini, energi, pangan, dan air adalah fokus utama Pak Prabowo. Beliau sangat serius dalam menghadapi isu-isu ini,” ungkap Kardaya pada hari Selasa, 21 Mei 2024.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

Sebagai bukti keseriusannya, Kardaya menyebutkan bahwa Prabowo telah secara langsung terlibat dalam menerapkan penggunaan sumber energi berbasis biofuel sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Beliau tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak dengan menanam sumber energi bio ini. Banyak langkah konkret yang telah dilakukan oleh Pak Prabowo. Kami harus mempertimbangkan aspek keseluruhan dari energi ini, bukan hanya sebagian,” tambahnya.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Kardaya menegaskan bahwa penggunaan biofuel tidak hanya terbatas pada satu jenis tanaman seperti kelapa sawit, tetapi juga dapat berasal dari tanaman lain seperti singkong dan jarak.

“Bahan bakar nabati tidak hanya berasal dari sawit, tetapi juga bisa dari singkong, jarak, bahkan tanaman lain yang berpotensi besar. Kita harus memperluas penggunaan sumber energi bio ini secara menyeluruh,” paparnya.

Dengan beragamnya sumber energi terbarukan di Indonesia, Kardaya menekankan pentingnya memilih teknologi yang paling sesuai untuk mencapai skala ekonomi yang optimal.

“Kita memiliki berbagai sumber energi. Manajemen yang baik akan membantu kita memilih opsi terbaik yang tersedia,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam Qatar Economic Forum di Doha, Qatar, pada tanggal 15 April 2024, Prabowo Subianto juga telah menggarisbawahi prioritas pemerintahannya ke depan. Dia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh Presiden Joko Widodo, dengan fokus utama pada ketahanan pangan dan energi.

Prabowo Subianto Fokus Pada Energi, Pangan, dan Air: Transformasi Menuju Kemandirian Energi dan Keamanan Pangan

Prabowo Subianto telah memetakan prioritas pemerintahannya dengan jelas, yang meliputi transformasi besar dalam sektor energi, pangan, dan air. Melalui pendekatannya yang komprehensif terhadap energi berkelanjutan, beliau berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memajukan biofuel dari berbagai tanaman potensial seperti singkong dan jarak.

Selain itu, fokusnya pada ketahanan pangan menunjukkan tekadnya untuk mencapai swasembada pangan nasional melalui inisiatif besar-besaran. Dengan memperkuat infrastruktur industri dalam negeri, Prabowo juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada impor. Visi ini menggambarkan komitmen kuatnya untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan jangka panjang Indonesia dalam bidang energi, pangan, dan lingkungan.