Example floating
Example floating
Home

Ini Dia Rencana Terbaru Divestasi Saham Vale Indonesia Tbk!

Alfi Fida
×

Ini Dia Rencana Terbaru Divestasi Saham Vale Indonesia Tbk!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia Rencana Terbaru Divestasi Saham Vale Indonesia Tbk!
Ini Dia Rencana Terbaru Divestasi Saham Vale Indonesia Tbk!

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan bahwa Vale telah setuju untuk menyerahkan 14 persen sahamnya ke MIND ID. Artinya, secara total Vale akan melepas sahamnya ke Indonesia hingga 54 persen.

“Jadi sekarang tinggal business to business (B2B) mengenai investasi, kemudian operasional. Prinsipnya, Vale bersedia melepas sahamnya sehingga total kepemilikan saham setelah selesai divestasi akan menjadi 54 persen. Sebelumnya, sudah dilakukan divestasi 40 persen, dan sekarang akan ditambah 14 persen lagi sehingga menjadi 54 persen,” ungkapnya di kantornya di bilangan Jakarta Pusat, pada hari Jumat (4/8).

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Arifin menyebutkan bahwa 14 persen saham tersebut berasal dari saham milik Sumitomo Metal Mining dan Vale Canada Limited.

Meskipun begitu, Arifin enggan menegaskan kapan tepatnya proses divestasi saham Vale akan selesai. Ia hanya menyebut bahwa kesepakatan sudah dicapai, namun masih dibahas beberapa detail kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

“Yang jelas, Vale akan menawarkan harga yang kompetitif untuk 14 persen saham mereka. Kami meminta ada diskon,” tutupnya.

Langkah Maju Menuju Kemandirian Sumber Daya Tambang: Proses Divestasi Saham Vale Indonesia Terus Berlanjut

Pentingnya kesepakatan dalam proses divestasi saham ini terlihat dari keputusan Vale yang bersedia menyerahkan 14 persen sahamnya ke MIND ID. Dengan demikian, total saham Vale yang melepas kepemilikan ke Indonesia mencapai 54 persen.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menyebut bahwa kesepakatan tersebut melibatkan berbagai aspek termasuk harga kompetitif yang menguntungkan bagi Indonesia.