Example floating
Example floating
Home

Rencana Pembentukan Kemenko Baru untuk Program Makan Siang Gratis

Alfi Fida
×

Rencana Pembentukan Kemenko Baru untuk Program Makan Siang Gratis

Sebarkan artikel ini
Rencana Pembentukan Kemenko Baru untuk Program Makan Siang Gratis
Rencana Pembentukan Kemenko Baru untuk Program Makan Siang Gratis

MEMO

Pembentukan kementerian koordinator baru untuk menjalankan program makan siang dan susu gratis oleh calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menimbulkan pertanyaan apakah langkah ini benar-benar diperlukan.

Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan

Analisis mendalam mengungkapkan beragam sudut pandang dari para ahli ekonomi dan politik mengenai urgensi dan efektivitas dari rencana tersebut.

Rencana Terbaru Prabowo-Gibran untuk Indonesia!

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan calon presiden dan wakil presiden, berencana mendirikan sebuah kementerian koordinator baru guna menjalankan program pemberian makan siang dan susu secara gratis.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Rencana ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), Budiman Sudjatmiko, yang menyatakan bahwa hal ini diperlukan karena program tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Prabowo-Gibran yang memerlukan perhatian khusus.

Budiman menegaskan bahwa langkah ini masih dalam tahap pembahasan dan pembentukan kementerian baru tersebut akan terus dirumuskan lebih lanjut.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Menurut Budiman, program makan siang dan susu gratis ini melibatkan lima kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Desa, UKM dan Koperasi, Kesehatan, serta Pendidikan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan desa akan difokuskan pada ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan untuk program tersebut, karena salah satu kunci keberhasilannya terletak pada ketersediaan bahan pangan dan produksi pangan.

Diperkirakan bahwa program ini akan membutuhkan sejumlah besar bahan makanan dan susu setiap tahunnya, termasuk beras, daging ayam, daging sapi, daging ikan, sayuran, buah-buahan, dan susu segar.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta koperasi akan bekerja sama untuk menyediakan bahan-bahan tersebut, sementara industri pangan nasional akan didorong untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan teknologi pertanian.

Namun, anggota Dewan Pakar TKN, Drajad Wibowo, mengklarifikasi bahwa pembentukan kementerian baru masih dalam tahap wacana dan belum pasti dilaksanakan. Drajad menjelaskan bahwa pembentukan institusi baru harus mematuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, yang memerlukan waktu yang cukup lama.

Selain itu, status Program Makan Siang Gratis tidak secara langsung diatur dalam undang-undang tersebut, sehingga membuat pembentukan kementerian baru menjadi sulit dilakukan.

Perlukah Pembentukan Kemenko Baru untuk Program Makan Siang Gratis?

Sebagai alternatif, Drajad menyarankan agar program ini dapat dijalankan di bawah kementerian yang sudah ada saat ini. Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini memiliki empat kementerian koordinator, sehingga pembentukan kementerian baru dianggap tidak perlu.

Menurut beberapa analis, seperti Ronny P. Sasmita dari Lembaga Strategi dan Aksi Ekonomi Indonesia, pembentukan kementerian baru tidaklah diperlukan. Bantuan sosial seperti program makan siang gratis sudah dapat ditangani oleh lembaga-lembaga yang sudah ada, seperti Kementerian Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial.

Ronny berpendapat bahwa wacana pembentukan kementerian baru ini lebih bermotif politis daripada untuk merealisasikan program yang ada.

Yusuf Rendy Manilet dari Pusat Reformasi Ekonomi Indonesia berpendapat bahwa program makan siang gratis bisa dikelola oleh kementerian yang sudah ada, seperti Kementerian Sosial. Nailul Huda dari Pusat Studi Ekonomi dan Hukum menyarankan agar jika program ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, seharusnya menjadi tugas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Sebagian besar analis setuju bahwa pembentukan kementerian baru hanya akan menimbulkan biaya dan kerumitan yang tidak perlu, sementara program tersebut sebenarnya dapat dijalankan dengan lebih efisien melalui lembaga yang sudah ada.

Pembentukan Kemenko Baru untuk Program Makan Siang Gratis, Perlukah?

Secara keseluruhan, analisis dari berbagai ahli menunjukkan bahwa pembentukan kementerian koordinator baru untuk mengelola program makan siang gratis masih menuai kontroversi. Banyak yang menilai bahwa langkah ini tidaklah diperlukan mengingat sudah ada lembaga-lembaga yang dapat menangani program tersebut dengan efisien, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Pembentukan kementerian baru dinilai hanya akan menambah biaya dan kerumitan administrasi tanpa memberikan manfaat yang signifikan. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan diharapkan untuk mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan final terkait pembentukan kementerian koordinator baru ini.