Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Blitar

Rakyat Kecil Lagi-lagi Jadi Tumbal, 62 Nakes Kebersihan RSUD Mardi Waluyo Terkatung

Prawoto Sadewo
×

Rakyat Kecil Lagi-lagi Jadi Tumbal, 62 Nakes Kebersihan RSUD Mardi Waluyo Terkatung

Sebarkan artikel ini
White and Blue Modern Organizational Structure Graph A4 Horizontal 20260103 123951 0000 scaled
Daftar nama 62 pekerja yang lolos dan nasibnya masih terkatung

“Kalau memang dibatalkan, ya harusnya semua. Kenapa hanya sebagian yang dipertahankan? Ini kan janggal dan tidak adil,” tegasnya dengan nada kecewa.

Situasi ini membuat para pekerja merasa diperlakukan seperti alat pakai buang: dibutuhkan saat perlu, disingkirkan tanpa penjelasan saat dianggap merepotkan.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Sulistya menambahkan, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, ia bersama rekan-rekannya akan menempuh jalur hukum.

“Kami bersama Mas Adi Wijaya akan menempuh jalur hukum. Ini bukan soal pekerjaan saja, tapi soal keadilan,” tandasnya.

Seperti diberitakan memo.co.id sebelumnya, harapan puluhan tenaga kebersihan untuk memulai awal tahun dengan pekerjaan layak justru berubah menjadi kekecewaan mendalam. Mereka yang telah dinyatakan lolos seleksi dan bahkan mulai bekerja di RSUD Mardi Waluyo sejak Kamis (1/1/2026), mendadak menerima kenyataan pahit: status kelulusan mereka dibatalkan sepihak.

Keputusan itu disampaikan oleh PT Sasana Bersaudara Indonesia (SBI) melalui surat pengumuman resmi bernomor 002/PNG/SBI/I/2026, selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kebersihan di rumah sakit tersebut.

Ironisnya, alasan pembatalan hanya disebut sebagai “kendala internal perusahaan” tanpa penjelasan rinci, transparan, dan masuk akal. Sebuah alasan yang dinilai tidak manusiawi, mengingat puluhan kepala keluarga telah menggantungkan hidup pada pekerjaan tersebut.**

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini