CT Yip menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan bagi industri kreatif dan hiburan, terutama dengan pertumbuhan pesat dan konsumsi yang positif dari generasi muda. Dia juga optimis tentang masa depan musik Asia yang semakin menarik perhatian dunia, terutama dengan munculnya platform streaming musik yang canggih.
Kunjungan delegasi dari HKTDC ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi kerja sama antara Hong Kong dan Indonesia yang lebih komprehensif, serta meningkatkan minat pelaku bisnis dan investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
CT Yip berharap agar kedua pihak, baik pemerintah maupun pelaku bisnis, dapat menjaga kerja sama yang sudah terjalin dan meningkatkan interaksi di masa depan.
Dia juga berharap agar lebih banyak warga Indonesia datang ke Hong Kong dan sebaliknya, agar lebih banyak warga Hong Kong mengunjungi Indonesia, tidak hanya untuk berbisnis tetapi juga untuk menikmati keindahan dan potensi Indonesia sebagai negara tujuan wisata.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Delegasi Bisnis Hong Kong Kembangkan Kerja Sama Hiburan di Indonesia
Delegasi Bisnis Hong Kong Kembangkan Kerja Sama Hiburan di Indonesia. Dalam kunjungan tiga hari, perusahaan Media Asia Group Holdings Limited menjadi fokus utama dalam menjajaki kerja sama di bidang kreatif dan hiburan di Indonesia.
Melalui penandatanganan MoU dengan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), mereka berharap dapat memanfaatkan potensi pasar Indonesia yang besar dan semakin gemar menonton konten dari Asia Timur.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Dukungan canggihnya platform streaming musik dan optimisme terhadap musik Asia menjadi pendorong utama dalam pengembangan kerja sama ini.
Kunjungan delegasi dari HKTDC diharapkan dapat membuka peluang bisnis yang menarik bagi kedua belah pihak, dan memperkuat hubungan perdagangan antara Hong Kong dan Indonesia di masa depan.












