Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan bahwa setiap desa yang terpilih memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri, baik itu berbasis budaya, alam, buatan, atau kombinasi dari semuanya.
Melalui bantuan DPUP ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan untuk pengembangan desa wisata dan kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi desa. Pentingnya literasi keuangan juga menjadi fokus utama, sehingga dana yang diberikan dapat dikelola secara efektif.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Masing-masing desa akan menerima bantuan DPUP dengan jumlah rata-rata sekitar Rp120 juta per desa, serta pelatihan literasi keuangan. Menparekraf juga memberikan apresiasi khusus kepada Desa Wisata Ketapanrame di Mojokerto yang berhasil meraih gelar Desa Wisata Terfavorit di Indonesia dalam ajang ADWI 2023.
Dukungan Menteri Parekraf: Pemajuan Lima Desa Wisata Jawa Timur
Dalam upaya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Timur, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno telah mengalokasikan Dana Dukungan Pengembangan Usaha Parekraf (DPUP) untuk lima desa wisata yang unik dan berpotensi.
Program DPUP ini, yang merupakan kelanjutan dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan para pelaku usaha di Desa Wisata. Dengan harapan bahwa bantuan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan desa wisata dan pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan.
Dalam konteks ini, Desa Wisata Ketapanrame di Mojokerto telah menjadi sorotan sebagai Desa Wisata Terfavorit di Indonesia, menegaskan bahwa investasi ini memberikan hasil yang menguntungkan. Menparekraf Sandiaga Uno telah membuktikan komitmennya dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Timur dengan langkah-langkah nyata yang diambilnya.












