Example floating
Example floating
inspirasi

Rahasia dari Thomas Edison , Motivasi Datang dari Tindakan, Bukan Sebaliknya

A. Daroini
×

Rahasia dari Thomas Edison , Motivasi Datang dari Tindakan, Bukan Sebaliknya

Sebarkan artikel ini
Rahasia dari Thomas Edison , Motivasi Datang dari Tindakan, Bukan Sebaliknya

Banyak dari kita terperangkap dalam siklus menunggu. Kita menunggu merasa siap, menunggu inspirasi datang, atau menunggu motivasi turun seperti ilham dari langit, baru kemudian kita akan bertindak.

Namun, realitanya justru terbalik. Motivasi sejati bukanlah syarat sebelum kita memulai, melainkan hasil yang muncul setelah kita berani mengambil langkah pertama.

Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan

Pemenang sejati adalah mereka yang bertindak, bahkan saat ragu

Jika kita terus menanti perasaan semangat itu muncul, hari dan minggu akan berlalu begitu saja, sementara impian kita tetap di tempat. Rencana sudah matang, arah sudah jelas, namun kita tetap diam karena merasa “kurang motivasi.”

Padahal, masalah sebenarnya bukanlah kurangnya motivasi, melainkan kurangnya tindakan. Pemenang sejati adalah mereka yang bertindak, bahkan saat ragu. Mereka mengambil langkah meskipun takut dan tidak tahu hasilnya. Justru dari keberanian inilah muncul kejelasan, kepercayaan diri, dan akhirnya, motivasi yang membakar.

Baca Juga: Awalnya YAKUZA MANEGES Kediri Telah Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Kredit Fiktif Oknum Polisi

Kepercayaan Diri Dibangun Melalui Aksi

Kepercayaan diri bukanlah hadiah yang diwariskan, melainkan otot yang tumbuh dengan latihan. Sama seperti otot, rasa percaya diri tumbuh setiap kali kita bertindak di tengah ketidakpastian. Berapa banyak kesempatan yang telah kita lewatkan karena merasa perlu belajar lebih dulu atau menunggu waktu yang “tepat”?

Waktu tidak akan menyelesaikan apa pun jika kita tidak bertindak. Justru yang tumbuh hanyalah penyesalan, bukan hasil. Thomas Edison tidak menunggu pencerahan untuk menciptakan bola lampu. Dia gagal ribuan kali, dan dari setiap kegagalan itulah lahir keajaiban.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Mengapa Kita Menunda?

Sering kali, kita menggunakan “berpikir” sebagai alasan untuk tidak bertindak. Kita menyebut rasa takut sebagai “perencanaan,” padahal itu hanyalah cara untuk menyembunyikan ketidakmauan kita untuk bergerak. Berpikir tanpa bertindak seperti mendayung perahu yang terjebak di pasir—kita lelah, tetapi tidak bergerak ke mana-mana.