Lalu juga menceritakan pengalamannya berpuasa di Murmansk. “Saya baru saja sahur satu jam yang lalu, dan sekarang sudah waktunya berbuka,” katanya. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan durasi puasa di tempat lain, di mana umat Muslim berpuasa selama belasan jam.
Fenomena “Malam Kutub” yang terjadi di Murmansk disebabkan oleh letaknya yang sangat dekat dengan Kutub Utara. Semakin dekat suatu daerah dengan kutub, semakin lama durasi malam kutub yang dialami. Di Kutub Utara sendiri, malam kutub bisa berlangsung selama enam bulan, dari bulan September hingga Maret. Namun, setelah itu, matahari akan bersinar selama enam bulan tanpa pernah terbenam.
Baca Juga: Prabowo Bongkar Kekuatan Zakat: Kunci Emas Lenyapkan Kemiskinan Indonesia
Keunikan durasi puasa di Murmansk ini menjadi bukti betapa beragamnya pengalaman umat Muslim di seluruh dunia dalam menjalankan ibadah puasa.












