Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Belum Sentuh Pesantren! Pengelola: “Jangan Hanya Sekedar Wacana

Avatar
×

Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Belum Sentuh Pesantren! Pengelola: “Jangan Hanya Sekedar Wacana

Sebarkan artikel ini
Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Belum Sentuh Pesantren Pengelola Jangan Hanya Sekedar Wacana

MEMO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bekasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan gizi siswa ternyata belum menyentuh kalangan santri di pesantren. Sejumlah pengelola pondok pesantren mengungkapkan bahwa mereka baru sebatas didata sebagai calon penerima, tanpa kepastian realisasi hingga saat ini.

Salah seorang pengelola pondok pesantren di Kota Bekasi, Eri Mutawalli, mengungkapkan bahwa pendataan dari pihak kelurahan telah dilakukan sejak lama. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut terkait kapan bantuan makanan bergizi tersebut akan diberikan.

“Kami sudah didata sejak lama, tapi belum ada kabar lebih lanjut kapan bantuan ini benar-benar terealisasi,” ujarnya kepada RRI, Jumat (14/2/2025).

Sebagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, MBG tentu sangat dibutuhkan oleh santri di pesantren. Namun, pengelola berharap program ini dijalankan dengan serius dan memiliki standar yang jelas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan MBG menurut pengelola pesantren:
Standarisasi makanan yang diberikan harus memenuhi kriteria gizi seimbang
Distribusi harus teratur dan tertib agar bantuan tidak terhambat

Keberlanjutan program harus dijamin, bukan hanya sebagai proyek jangka pendek

“Jangan sampai ini hanya sekadar program yang lewat begitu saja, tanpa kesinambungan yang jelas,” kata Eri.

Menurutnya, meskipun makanan di pesantren umumnya sudah memenuhi standar gizi yang cukup baik, program MBG tetap bisa menjadi tambahan asupan yang bermanfaat bagi santri.

“Di pesantren kami, makanan yang diberikan kepada santri sudah bergizi, bahkan bisa dibilang di atas rata-rata. Tapi kalau ada tambahan dari pemerintah, tentu akan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selain meminta kepastian realisasi program, para pengelola pesantren juga berharap ada tim khusus yang mengawasi jalannya MBG, agar bantuan tidak salah sasaran atau terhambat di tengah jalan.

“Perlu ada tim pengawas yang benar-benar memastikan distribusi MBG berjalan dengan baik. Supervisi ini penting agar bantuan benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Eri Mutawalli, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat (FPPU) Kota Bekasi.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini