Blitar, Memo –
Nama H. Priyo Suhartono, S.Sos., M.Si. kembali naik ke panggung kehormatan. Sekretaris Daerah Kota Blitar itu meraih penghargaan Sekda Terbaik Kategori Vision dalam ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025 yang digelar di Surabaya.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestise, melainkan pengakuan atas kiprah panjang seorang birokrat yang dikenal tenang, tekun, dan konsisten menata manajemen pemerintahan Kota Blitar sejak dilantik sebagai Sekda pada Selasa 27 Juli 2021.
Priyo bukan nama baru.
Sebelum duduk di kursi Sekda, ia memegang beberapa jabatan strategis: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar. Dua sektor dengan kompleksitas tinggi, namun berhasil ia kelola dengan pendekatan teknokratis khasnya.
Pada Juli 2023, ia juga menyabet penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi, menegaskan bahwa kinerjanya tak hanya administratif, tapi juga menyentuh geliat ekonomi masyarakat.
Lahir 57 tahun lalu, pria berkacamata ini menuntaskan pendidikan S.Sos dan M.Si-nya dengan reputasi baik. Rekam jejak akademiknya seolah menyempurnakan rute panjang karier birokrasi yang ia jalani tanpa henti.
“Berguna bagi nusa, bangsa, dan masyarakat Kota Blitar”
Di atas panggung penghargaan ADLGA 2025, Priyo menyampaikan rasa syukurnya dengan nada kalem yang khas.
“Alhamdulillah mas, semoga saya bisa mengemban amanah besar ini, bisa berguna bagi nusa dan bangsa, terutama masyarakat Kota Blitar,” ujar Priyo, Selasa 25 November 2025.
Tak lupa, ia menegaskan bahwa capaian ini bukan kerja satu orang.
“Terima kasih juga untuk Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, dan Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba serta seluruh jajaran Pemkot Blitar yang telah bersinergi demi kemajuan Kota Blitar tercinta ini,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa posisi Sekda adalah tulang punggung transformasi digital.
“ADLG Award ini mengapresiasi peran strategis Sekda sebagai koordinator transformasi digital di daerah,” jelas Faisal.
Menurutnya, proses penilaian dilakukan oleh tim ahli independen—tanpa intervensi, tanpa ‘pesanan’. Jumlah peserta pun terus melonjak: dari 76 Sekda pada 2022 menjadi 207 Sekda se-Indonesia pada 2025.
Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyoroti urgensi transformasi digital di pemerintahan. Ia menyebut penetrasi internet Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai 80,66 persen.
“Ke depan, kita bersiap menuju Pemerintahan Digital. Bedanya, bukan cuma pengakuan pemerintah penyedia layanan, tapi pengakuan dari masyarakat yang menikmati layanan kita,” kata Sherlita.
Ia menegaskan posisi Sekda sebagai ‘sumbu utama’ kebijakan digital.
“Keteladanan Sekda adalah kunci keberhasilan implementasi yang efektif. Ini sejalan dengan Perpres 95/2018 tentang SPBE dan Perpres 82/2003 tentang percepatan transformasi digital,” ujarnya.
Prestasi demi prestasi yang diraih Priyo Suhartono memperkuat citranya sebagai birokrat yang stabil, visioner, dan minim kontroversi. Ia bukan tipe pejabat yang gemar tampil, tetapi bekerja dalam alur yang tertib, sistematis, dan berorientasi pada hasil.
Penghargaan ADLGA 2025 ini menjadi penanda baru bahwa konsistensi seorang Sekda dapat membawa percepatan pembangunan—bukan lewat gestur besar, tetapi lewat disiplin harian dan kepemimpinan yang terukur.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












