“Pak Ganjar, saya telah menyusun rencana, namun keputusan akhir termasuk di tangan menteri keuangan. Dan tantangan yang kami hadapi, tolong, saya telah menjabat sebagai menteri pertahanan selama empat tahun, namun dua tahun terakhir diwarnai oleh pandemi, di mana terjadi penyesuaian ulang anggaran,” terang Prabowo di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/1).
“Banyak proposal yang kami ajukan namun tidak disetujui oleh menteri keuangan. Jadi, sebagai seorang menteri yang bekerja dalam tim, saya harus setia. Oleh karena itu, saya tidak banyak berbicara di depan umum,” tambahnya.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Memang benar terjadi pengurangan anggaran Kemenhan sebesar Rp8,74 triliun dari Rp131,18 triliun menjadi Rp122,44 triliun pada APBN 2020. Penyesuaian ini juga berlanjut pada tahun berikutnya.
Pada tahun 2021, Kemenhan mendapatkan anggaran sebesar Rp136,99 triliun. Namun, Prabowo dan timnya diminta tetap berkontribusi dalam pengamanan pengadaan vaksin dan program vaksinasi nasional guna menangani pandemi Covid-19.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Akhirnya, penyesuaian dan pengalokasian ulang belanja dilakukan dalam empat tahap di tahun tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Tahap pertama sebesar Rp6,28 triliun, tahap kedua sebesar Rp2,42 triliun, tahap ketiga sebesar Rp1 triliun, dan penyesuaian serta pengalokasian ulang belanja tahap keempat senilai Rp4,82 triliun.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Penyesuaian Anggaran di Kementerian: Pandemi Covid-19 dan Tantangan Menteri Pertahanan












