Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

PKB Sepakat, Menolak Jika  Cak Imin Diposisikan Jadi Cawapres, Harus Presiden !

A. Daroini
×

PKB Sepakat, Menolak Jika  Cak Imin Diposisikan Jadi Cawapres, Harus Presiden !

Sebarkan artikel ini
PKB Sepakat, Menolak Jika  Cak Imin Diposisikan Jadi Cawapres, Harus Presiden !

Jakarta, Memo

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengaku tak rela apabila Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diposisikan sebagai cawapres. Berkoalisi dengan partai manapun, PKB menempatkan Cak Imin sebagai calon Presiden.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Pria yang dekat dipanggil Gus Jazil menjelaskan, argumennya ialah karena keputusan itu sudah tercantum pada Kongres ke-V PKB pada 2019. Hingga untuk PKB, Cak Imin sebagai harga mati sebagai calon presiden PKB.

“Saya individu tidak ikhlas (Cak Imin jadi calon wakil presiden). (Saya) sebagai Waketum Sektor Pemenangan, tidak ikhlas lah,” kata Jazilul saat diwawancarai di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Maka dari itu, Jazilul menjelaskan, partainya tetap buka komunikasi dengan parpol yang lain untuk cari titik jumpa dalam tentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Hal tersebut dilaksanakan karena dianya sadar jika partainya tidak dapat jalan sendiri untuk mengangkat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

“Politik ada titik temu, awalnya tentu sepakat, karena maksudnya ingin konsolidasi menang. Ada dua tahapan yang beramai-ramai ini baru tahapan mencalonkan siapa calonnya kemudian tahapan selanjutnya sesudah ada calon yang mana menang,” terang Jazilul.

Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, pembangunan konsolidasi masih cair. Hingga, ada banyak peluang beberapa calon yang akan bertanding mengganti ketetapannya dekati Pemilu 2024.

“Ini masih aktif itu perubahannya demikian calon ada apa calon-calon ini selanjutnya berbeda? Dapat saja berbeda itu umumnya mepet-mepet Pemilu,” sambungnya.

Tetapi, dia kembali memperjelas status PKB sampai sekarang ini masih tetap mengangkat Cak Imin sebagai calon presiden 2024. Walau harus ikhlas bersepakat jika sudah bergabung dalam konsolidasi.

“Yang mana terima, itu yang lebih gampang komunikasi. Nach tapi karena sepakat ya kita membuka beberapa opsi, terhitung dengan Gerindra,” sebut Jazilul.

“Amanat Kongresnya kan demikian amanat dari barisan PKB kan calon presiden, Jika andaikan terima wakil presiden itu hasil sepakat itu, hasil perbincangan,” ujar ia.