Example floating
Example floating
Abata

Pesan Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staqufdi Dzikir Nasional

A. Daroini
×

Pesan Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staqufdi Dzikir Nasional

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Yahya Cholil Staquf periode 2021-2026, menyampaikan pesan-pesannya di acara Dzikir Nasional 2021 bertema “Terus Membersamai Kebaikan” , Jumat (31/12).

Baca Juga: Peluang Lebaran Bersama, NU Prediksi Idul Fitri Jatuh Serentak dengan Muhammadiyah

Ketum PBNU berikan tausiyah di acara Dzikir Nasional Republika.

Baca Juga: Panduan Ibadah Malam Nisfu Syaban 2026 Lengkap Jadwal Doa dan Amalan Sunnah

Gus Yahya mengatakan, Nabi Muhammad SAW diutus kepada seluruh umat manusia dengan membawa syariat. Karena mandat dari Nabi Muhammad SAW adalah mandat peradaban.

“Mandat untuk memuliakan peradaban, itu sebabnya beliau (Rasulullah SAW) bersabda, sesungguhnya aku (Nabi Muhammad) diutus tidak lain kecuali untuk menyempurnakan akhlak,” kata Gus Yahya saat memberikan tausiyah pada acara Dzikir Nasional 2021, Jumat (31/12).

Baca Juga: Era Baru Ibadah Suci: UU PIHU 2025 Buka Pintu Umrah Mandiri, Didukung Platform Digital Canggih Arab Saudi

Ia menjelaskan, akhlak yang mulia dan menyempurnakan peradaban yang mulia, di dalam syariat bisa dikenali tujuan-tujuannya untuk melindungi kepentingan manusia dan untuk memuliakan manusia. Kemudian oleh para ulama dibuatkan rumusan-rumusan dan disebut maqashid syariah atau tujuan-tujuan syariah.

Ia mengatakan, tujuan syariah itu bertumpu pada satu tujuan yang paling dasar. Yaitu mengupayakan yang bermanfaat, yang membawa maslahat bagi umat manusia, dan mencegah kerusakan.

“Kedudukan kita sebagai manusia dalam hal ini tetap saja adalah mengupayakan dan mengikhtiarkan kebaikan-kebaikan dan kemaslahatan-kemaslahatan itu,” ujarnya.

Gus Yahya mengatakan, sedangkan apa yang manusia harapkan sebagai hasil dari ikhtiar mereka, semuanya tergantung kepada Allah. Oleh karena itu di dalam berikhtiar, manusia tidak bisa meninggalkan dzikir.

“Karena dengan dzikir itu kita mengingat Allah, dengan dzikir itu juga kita mengukuhkan prasangka baik kita kepada Allah, maka jelas sebagai manusia, sebagai orang beriman, kita tidak boleh berhenti berbuat baik dengan bertawakal kepada Allah SWT,” kata Gus Yahya.