Example floating
Example floating
Tekno Digi

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia, Proyeksi Menuju Tahun 2025

Alfi Fida
×

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia, Proyeksi Menuju Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia, Proyeksi Menuju Tahun 2025
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia, Proyeksi Menuju Tahun 2025

MEMO

Dalam sorotan terbaru tentang ekosistem startup global, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang menjanjikan bagi perkembangan perusahaan rintisan. Dengan lebih dari 2.500 startup pada tahun 2023, Indonesia tetap kokoh di peringkat keenam dalam daftar negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia.

Baca Juga: Generasi Muda RI Siap Pimpin Revolusi AI! Inovasi Anak Bangsa Makin Mendunia

Namun, sementara pertumbuhan ekonomi digital mencapai 8 persen pada tahun lalu, proyeksi menuju tahun 2025 menunjukkan kenaikan signifikan hingga 15 persen, didorong oleh momentum pertumbuhan sektor ICT yang pesat.

Alasan Mengapa Indonesia Jadi Magnet Startup Dunia!

Indonesia tetap berada di peringkat keenam dalam jumlah startup atau perusahaan rintisan terbanyak di dunia pada tahun 2023, menurut Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti.

Baca Juga: Kemkomdigi: Teknologi Canggih Ini Bawa Dampak Besar bagi Ekonomi & Sosial

Dia menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu dari sepuluh negara dengan jumlah startup terbesar di dunia, dengan posisi keenam.

“Kita bisa melihat betapa Indonesia merupakan negara yang menjanjikan terutama untuk perkembangan startup. Jika kita melihat sepuluh negara dengan pertumbuhan dan jumlah startup, Indonesia termasuk di dalamnya,” katanya dalam acara Telkomsel Solution Day 2024 di Ritz Carlton, Jakarta, pada hari Kamis (22/2).

Baca Juga: Telkomsel Meloncat Tinggi! Pendapatan Mencapai Rp 57,17 Triliun!

“Memang yang menduduki posisi pertama adalah Amerika, kemudian India, dan UK. Indonesia berada di urutan keenam,” tambahnya.

Dalam presentasinya, Amalia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki total 2.500 startup pada tahun 2023, mengungguli sejumlah negara Eropa seperti Jerman yang memiliki 2.410 startup, Prancis dengan 1.620 startup, dan Spanyol dengan 1.464 startup.

Indonesia juga lebih unggul dibandingkan dengan negara Amerika Latin seperti Brasil yang berada di urutan kesepuluh dengan 1.177 startup.

Namun demikian, Indonesia kalah dalam jumlah startup dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti India (15.707 startup), Inggris (6.915 startup), Kanada (3.750 startup), dan Australia (2.701 startup).

Posisi Indonesia di Peta Startup Global: Peringkat Keenam dan Tantangan di Depan

Amerika Serikat (AS) menjadi yang paling banyak memiliki startup dengan jumlah lebih dari 30 kali lipat dari Indonesia, atau tepatnya 75.796 startup.

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam 10 besar daftar tersebut. Negara lain di Asia Tenggara yang paling mendekati posisi teratas adalah Singapura yang berada di urutan sebelas.

Posisi Indonesia dalam daftar tersebut tetap tidak berubah sejak semester pertama tahun 2023. Pada bulan Agustus 2023, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pernah menyampaikan hal serupa.

Saat itu, Luhut menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 2.492 startup hingga tanggal 10 Mei 2023. Dia juga menyebutkan bahwa jumlah startup di dunia didominasi oleh Amerika Serikat dengan 77.554 startup dan India dengan 17.209 perusahaan rintisan.

“Selanjutnya Inggris, Kanada, dan Australia,” ujar Luhut dalam acara Road to Indonesia Startup Ecosystem Summit 2023 pada hari Jumat (11/8).

Tidak hanya memiliki banyak startup, Indonesia juga memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang positif. Amalia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital pada tahun 2023 mencapai 8 persen dan diprediksi akan tumbuh sekitar 15 persen pada tahun 2025.

“Ini juga didukung oleh momentum pertumbuhan sektor ICT di Indonesia yang tumbuh sangat cepat, sehingga kontribusi sektor ICT terhadap PDB Indonesia saat ini berkisar 4,5 persen, dibandingkan sebelumnya hanya sekitar 3,5 persen,” ungkapnya.

Indonesia Tetap di Posisi Keenam dalam Jumlah Startup Terbanyak di Dunia: Analisis dan Proyeksi Ekonomi Digital

Meskipun Indonesia berada di posisi keenam dalam jumlah startup global, tantangan besar masih ada dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara seperti India, Inggris, dan Amerika Serikat. Namun, pertumbuhan ekonomi digital yang kuat menandakan potensi besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat inovasi dan investasi di Asia Tenggara.

Dengan berbagai kebijakan dukungan dan insentif yang diimplementasikan oleh pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi digital hingga 15 persen pada 2025, prospek industri startup Indonesia terlihat semakin cerah.

Oleh karena itu, penting bagi para pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta, untuk terus mendukung ekosistem startup Indonesia agar dapat mengoptimalkan potensi pertumbuhan dan kontribusi ekonomi yang lebih besar.