Anak yang dibully, sambung Agung cenderung dibawa ke tempat- tempat sepi yang jauh dari keramaian sehingga tidak terlihat publik. Smartwatch ini bisa menjadi alat yang efektif agar anak yang menjadi korban bully segera diketahui keberadaannya dan segera mendapat bantuan.
“Insya Allah ini bisa menjadi terobosan terbaru untuk melindungi anak- anak kita dari kekerasan yang dilakukan teman sebaya atau orang dewasa. Disamping itu peran orangtua dalam mendidik anak juga sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Baca Juga: Komisi III DPR Panggil Kejaksaan Agung, Soroti Pengepungan dan Penguntitan
Lebih lanjut, Agung mengimbau kepada para orangtua untuk menjaga komunikasi yang baik dengan anak. Menyediakan waktu luang untuk mendengar cerita- cerita anak dikatakannya dapat berguna untuk menggali informasi mengenai potensi timbulnya suatu masalah selain itu dapat membantu anak dalam menghadapi masalah yang tengah dihadapi.
“Bagaimanapun, bullying masih dapat dicegah melalui komunikasi yang baik dengan anak. Dalam konteks lingkungan di sekolah, orangtua dan guru harus bekerjasama untuk mengawasi perilaku anak agar tercipta sebuah lingkungan positif,” pungkasnya.
Baca Juga: Manajemen Risiko Pembangunan Nasional: Peraturan dan Pentingnya Diperhatikan












