Korban telah melakukan visum di rumah sakit pasca-kejadian, namun hasilnya masih belum keluar. Saat ini, keterangan yang diperoleh polisi baru berasal dari pihak korban. Polisi masih berusaha mendapatkan keterangan dari saksi-saksi lain yang berada di lokasi, termasuk petugas keamanan halte yang memisahkan mereka. “Ini baru keterangan dari korban doang. Belum dapat juga keterangan dari saksi. Jadi hanya saksi yang memisahkan doang, itu pun mengetahui setelah di halte. Untuk kejadian awal dia enggak tahu juga,” kata Aprino.
Dalam upaya penyelidikan, polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak Transjakarta untuk mendapatkan rekaman CCTV dari dalam bus. Setiap unit bus Transjakarta diketahui dilengkapi dengan kamera pengawas yang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku. “Kami mau mempelajari CCTV. CCTV di dalam bus belum dapat. Katanya ada. Kami lagi koordinasi dengan Transjakarta,” ujar Aprino.
Sebelumnya, video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang laki-laki paruh baya berteriak “teroris” kepada perekam video, yang diduga adalah korban. Dalam keterangan video tersebut, disebutkan bahwa laki-laki itu menendang dan memukul korban hanya karena penampilannya yang mirip orang Arab.












