Omegle, platform obrolan video yang sangat populer, akhirnya ditutup setelah lebih dari 14 tahun aktif. Pendirinya mengakui kekhawatiran akan risiko serangan jantung pada usia muda.
Omegle terkenal sebagai situs yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan orang asing tanpa harus mendaftar terlebih dahulu. Pengguna akan dipertemukan secara acak untuk berkomunikasi satu sama lain.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Penutupan layanan ini didasari oleh meningkatnya penyalahgunaan platform tersebut, terutama dalam kasus kejahatan.
Diluncurkan pada tahun 2009 oleh Leif K-Brooks, seorang programmer berusia 18 tahun, Omegle mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang masa beroperasinya.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Meskipun popularitasnya sempat menurun seiring berjalannya waktu, situs ini masih mampu menarik sekitar 50 juta pengunjung dalam sebulan terakhir, menurut data dari perusahaan analisis SameWeb.
“Dulu saya tak tahu apa yang bisa diharapkan saat meluncurkan Omegle. Sebuah situs web buatan seorang remaja 18 tahun dari kamar tidurnya di Vermont, tanpa anggaran pemasaran. Namun, aplikasi ini langsung populer dan terus tumbuh secara alami hingga menjangkau jutaan pengguna setiap hari,” ujar K-Brooks dalam tulisan blognya yang dikutip dari TechCrunch pada Jumat (10/11/2023).
Omegle mendapat kritik keras setelah menjadi tempat maraknya kegiatan kejahatan siber selama pandemi, yang memicu lonjakan penggunaan.
Omegle Ditutup: Pengejawantahan Perubahan Paradigma Internet dan Kehadirannya
K-Brooks mengakui bahwa perusahaannya telah berupaya melakukan sejumlah perbaikan selama bertahun-tahun.