Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) menghadapi tantangan biaya demurrage akibat keterlambatan bongkar muat impor beras. Berikut penjelasan lengkap dari Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengenai penyebab keterlambatan dan dampaknya bagi keuangan perusahaan.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Biaya Demurrage Impor Beras: Bulog Buka Fakta
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah memastikan akan mengganti biaya demurrage yang terjadi akibat keterlambatan bongkar muat dari impor beras mereka di pelabuhan. Namun, jumlah pastinya masih dalam proses perhitungan.
Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Bulog, mengakui bahwa terjadi keterlambatan dalam proses bongkar muat sebanyak 490 ribu ton beras impor selama periode Januari-Maret 2024. Demurrage ini adalah biaya tambahan yang muncul karena keterlambatan tersebut, yang menjadi bagian dari biaya keseluruhan dalam proses ekspor-impor.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Dalam pertemuan di DPR RI pada Kamis (20/6), Bayu menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan tersebut, seperti kondisi cuaca yang buruk, situasi di pelabuhan yang tidak memadai, dan hari libur yang membuat aktivitas bongkar muat terhenti karena kekurangan tenaga kerja.












