Example floating
Example floating
NGANJUK

Pengaburan Status Jalan Umum Di Desa Betet Akhirnya Terkuak, Begini Reaksi Warga……

Mulyadi Memo
×

Pengaburan Status Jalan Umum Di Desa Betet Akhirnya Terkuak, Begini Reaksi Warga……

Sebarkan artikel ini

NGANJUK,MEMO – Boikot Pajak apa jalan diperbaiki. Itulah ultimatum keras seperti disampaikan para warga di Dusun Bandung Lor Desa Betet , Ngronggot saat menggelar aksi unjuk rasa di lokasi jalan umum yang kondisinya berubah fungsi dan bentuk layaknya seperti kolam buaya pada hari ini ( Senin, 02/03/2026).

Itu bisa diketahui saat lobang lobang besar di sepanjang ruas jalan sejauh 292 meter tersebut tergenang air hujan. Kalau sudah begitu badan jalan sudah mirip kolam atau Kobangan kebo.

Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek

Ekstremnya lagi, kondisi rusaknya jalan penghubung antar desa tersebut ternyata sudah berjalan hampir 14 tahun lebih. Atau sejak kepemimpinan Kades Betet, Hartini selama 2 periode namun sama sekali tidak pernah tersentuh Dana Desa ( DD).

Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi

Padahal sesuai data resmi yang dikeluarkan melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan ( PJJ) Kertobaworo ternyata status jalan yang semula diklaim oleh Kades Hartini itu adalah jalan kabupaten realitanya adalah jalan desa.

Dengan munculnya informasi akurat tersebut akhirnya spontan jadi viral dan tersebar ke grup grup WhatsApp di lingkungan Desa Betet. Reaksi keras wargapun menyala tak bisa terbendung. Pilihan tepat untuk melampiaskan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Hartini akhirnya dilampiaskan melalui aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Kesandung Perkara Korupsi APBDES, Kades Dadapan Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Aksi demo warga kali ini selain menanami pohon pisang di tengah jalan, juga menabur ratusan ikan lele di kobangan jalan. Dengan aksi tabur ikan lele tersebut bisa merubah suasana di sela aksi unjuk rasa mendadak berubah meriah karena warga saling rebut ikan lele.

Dari orasi warga yang dipimpin langsung oleh tokoh pemuda sekaligus Ketua RT 26 di Dusun Bandung Lor, Noto Prayitno membeberkan warga sudah kenyang janji janji yang disampaikan kades.

” 14 tahun warga sudah masuk angin makan janji janji palsu. Kesabaran warga sudah habis. Ultimatum warga kompak akan boikot pajak jika tuntutan warga tidak dipenuhi. Warga butuh pemimpin amanah,” orasi Noto Prayitno didampingi puluhan warga setempat.

Dihadapan para awak media ,Noto Prayitno dengan blak blakan menyampaikan dengan terungkapnya fakta status jalan penghubung antar desa tersebut warga semakin yakin bahwa selama ini warga dibohongi.

” Penolakan kades awal menjabat sampai sekarang hanya satu yaitu karena status jalan. Karena sekarang sudah terkuak akhirnya kades sudah tidak bisa berkutik,” papar Noto.

Untuk diketahui, peserta unjuk rasa tidak hanya didominasi oleh kelompok pemuda saja, namun para emak emak dan barisan lansia rela turun ke jalan dengan membawa atribut demo seperti banner berukuran panjang juga membawa puluhan kertas duplek yang ditulisi kalimat sindiran.

Salah satu kalimat sindiranya yaitu ” Bayare Pajak Teratur , dalane tambah ajur, warga butuh bukti bukan janji, warga kenyang makan janji palsu , dan masih banyak kalimat protes yang ditujukkan kepada Kades Hartini.

Sementara dikatakan Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi saat melakukan monitor lokasi membenarkan memang jalan umum di Desa Betet ini adalah jalan desa.

” Karena alokasi dana desa mengalami pengurangan cukup drastis, sehingga desa sudah tidak mampu mengganggarkan untuk perbaikan jalan desa. Jalan satu satunya diambilkan dari pos anggaran UPTD PJJ. Sifatnya hanya sebatas perbaikan jalan dari URC,” ungkap Bupati Marhaen.

Hal senada dikatakan Kades Hartini mengaku kepada para awak media bahwa untuk kejelasan status jalan di Dusun Bandung baru saja tahu dari UPTD PJJ Kertobaworo.

” Saya baru tahu dengan informasi status jalan ini dari UPTD PJJ Kertobaworo,” pungkasnya. ( Adi)