Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa

Pemuda Alami Depresi, Mau Bunuhdiri dari Ketinggian Tiang LIstrik, Beruntung Ada Damkar

A. Daroini
×

Pemuda Alami Depresi, Mau Bunuhdiri dari Ketinggian Tiang LIstrik, Beruntung Ada Damkar

Sebarkan artikel ini
Pemuda Alami Depresi, Mau Bunuhdiri dari Ketinggian Tiang LIstrik, Beruntung Ada Damkar

Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil menyelamatkan seorang pria yang hendak bunuh diri, di Kampung Bedahan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/6/2022). Pemuda Alami Depresi, Mau Bunuhdiri dari Ketinggian Tiang LIstrik, Beruntung Ada Damkar

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Hidayat Saputra Dinata menjelaskan, pria bernama Agus (27) itu ingin bunuh diri dengan memanjat tiang listrik.

Baca Juga: Fenomena Jenazah Warga Demak Hidup Lagi Saat Hendak Dimandikan Gegerkan Jagat Maya

“Korban berhasil turun dengan keadaan selamat,” kata Hidayat, Sabtu (4/6/2022). 

Dijelaskan Hidayat, setidaknya ada 11 orang personel Damkar Kabupaten Bogor diterjunkan untuk menyelamatkan Agus, yang diduga mengalami depresi. 

Baca Juga: Dampak Kebakaran Permukiman Padat Kebon Kosong Kemayoran Menghanguskan Ratusan Rumah Warga

“Dugaan sementara menurut kerabat korban, sudah hampir beberapa hari ini berdiam diri. Dugaan sementara korban mengalami depresi,” katanya. 

Proses penyelamatan pun berlangsung dramatis, sebab, Agus sangat tertutup saat diajak dialog oleh petugas, perihal masalah yang menimpanya. Kekhawatiran petugas terkait Agus akan melompat pun kian menjadi. 

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

“Dikahwatirkan melompat, karena area di bawah cukup terjal banyak bongkahan batu,” ujarnya. 

Namun, berdasarkan pengalaman dan kesabaran petugas, Agus berhasil dibujuk untuk turun dengan menggunakan tali. Uniknya, petugas membujuk Agus hanya dengan menggunakan sebatang rokok, dan segelas kopi. 

“Mediasi dan pendekatan secara humanis antara petugas dengan korban, dengan cara memberi kopi dan sebatang rokok. Tujuannya untuk membuat tenang korban,” tukasnya. 

Selanjutnya, Agus diserahkan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk penanganan masalah kejiwaan.