Untuk bekerja dari jarak jauh, gaji menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Survei tersebut menunjukkan bahwa gaji sekitar US$72 ribu atau Rp1,1 miliar dianggap cukup untuk hidup nyaman sambil bekerja dari jarak jauh.
Pekerjaan jarak jauh semakin populer sejak pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu. Fleksibilitas dalam bekerja menjadi salah satu faktor utama yang diminati. Erik Braund, pendiri dan CEO Katmai, menjelaskan bahwa ia telah menerapkan sistem kerja jarak jauh dengan mitra kerjanya sejak tahun 2020. Menurutnya, cara kerja ini juga memungkinkan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
“Saya melewatkan dua tahun pertama kehidupan anak pertama saya. Saya tidak ingin melewatkan dua tahun pertama kehidupan anak kedua saya,” ujar Braund.
Peluang Kerja Jarak Jauh dengan Gaji Tinggi: Kenyataan Baru di Era Digital
Peluang untuk bekerja dari jarak jauh dengan gaji tinggi semakin nyata di era digital ini, terutama setelah pandemi Covid-19 yang mempercepat adopsi sistem kerja fleksibel. Data scientist, analis bisnis, dan manajer proyek adalah beberapa posisi yang menawarkan gaji tinggi untuk pekerjaan remote, dengan Amerika Serikat, Prancis, dan Australia menjadi negara-negara yang menawarkan peluang terbaik dalam hal ini.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Survei menunjukkan bahwa banyak warga Amerika, terutama generasi Z, tertarik untuk menjadi digital nomad dan pindah ke negara-negara seperti Italia, Kanada, dan Inggris yang juga menawarkan banyak pekerjaan jarak jauh.












